Saham Disney Meningkat Berkat Film Alladin

Saham Disney Meningkat Berkat Film Alladin

WinNetNews.com - Menurut pendataan Market Watch, dalam sejarah perfilman, Disney mendapatkan peningkatan indeks saham di peringkat 7. Hal itu dikarenakan Film animasi yang bertajuk "Aladdin" (1992) lalu muncul sebagai film yang terbaik dalam perhitungan tersebut. Dengan pendapatan domestik sebesar 449 juta dolar AS, Aladdin membuat peningkatan indeks saham Disney S&P 500 sebesar 3,95 persen.

Market Watch merupakan situs saham telah membuat peringkat film animasi Disney terbaik selama 50 tahun terakhir ini. Market Watch mendata sebanyak 38 film animasi dan membuat peringkat berdasarkan performa indeks saham Disney sehari sebelum filmnya dirilis hingga tujuh hari setelah perilisan.

Hasil itu kemudian dibandingkan dengan pendapatan box office domestik setiap film setelah disesuaikan dengan inflasi. Tapi, film-film animasi produksi Pixar Animation Studios, DisneyToon Studios, dan bikinan Tim Burton tidak dimasukkan dalam pendataan ini.

“Respon orang-orang terhadap sebuah film memberi efek bagi pasar saham dan perusahaan yang merilis film tersebut. Saat film mendapat respon positif dari orang-orang, investor juga akan memberi respon positif mengenai saham yang dimilikinya,” Ujar Paul Dergarabedian, analis dari ComScore.

Lalu diposisi kedua diisi oleh film bertajuk "Pocahontas" (1995). Film animasi arahan Mike Gabriel dan Eric Goldberg ini menghasilkan peningkatan indeks saham Disney sebesar 6,24 persen. Angka pendapatan box office domestik yang hanya sebesar 279 juta dolar AS.

Film animasi Disney terbaru pun , yaitu "Zootopia", menempati posisi ketiga karena membuat kenaikan indeks saham sebesar 2,36 persen dan pendapatan domestik mencapai 323 juta dolar AS. Film animasi Disney terlaris sepanjang masa, baik lokal maupun global, yaitu "Frozen" juga berada di peringkat ketujuh.

Dari 38 film animasi Disney yang didata, Marketwatch tidak memasukkan beberapa judul film karena kurangnya data. Seperti "The Many Adventure of Winnie the Pooh" (1977) dan "Robin Hood" (1973) karena tidak ada data pendapatan box office-nya. Film animasi Disney, Home on the Range (2004), menjadi yang terburuk. Karena, dari segi pendapatan box office film animasi tentang tiga sapi ternak ini rugi besar. Film ini hanya mampu menghasilkan 52 juta dolar AS dari peredaran globalnya sedangkan biaya produksi sebesar 110 juta dolar AS.