Said Didu Sebut Erick Thohir Radikal? Ini Alasannya

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Said Didu Sebut Erick Thohir Radikal? Ini Alasannya Menteri BUMN, Erick Thohir. [Foto: merahputih.com]

Winnetnews.com - Banyaknya eselon I di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dicopot Menteri BUMN, Erick Thohir dinilai sebagai langkah yang tak biasa karena dilakukannya hanya sehari.

Hal ini mendapat perhatian serius dari mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu yang menyebut langkah mencopot seluruh pejabat eselon I adalah radikalisme.

"Langkah Erick Thohir memberhentikan semua pada waktu bersamaan adalah langkah tidak biasa, unusual. Tapi tidak salah," kata Said Didu seperti dikutip CNBCIndonesia.com, Selasa (19/11).

Said Didu menyatakan, hal ini menunjukkan bahwa Erick Thohir memang benar-benar akan melakukan terobosan dan memiliki program beda dengan menteri sebelumnya. Penggantian pejabat merupakan sinyal kuat bahwa Erick tidak mau melanjutkan langkah-langkah yang ditanam oleh Rini Soemarno sebelumnya.

"Saya memaklumi langkah tersebut, justru kalo terus sinambung artinya kebijakan sebelumnya akan lanjut. Memang hanya langkah radikal dan cepat yang bisa selamatkan BUMN saat ini,"jelasnya.

Said Didu meyakini kondisi BUMN saat ini memang perlu diselamatkan, mengingat kinerja beberapa BUMN tercatat menurun dan utang juga menumpuk. Tidak hanya itu, aliran kas atau cash flow beberapa BUMN juga dinilai tersendat.

"Penyebab semua ini adalah penugasan yang tidak terkontrol kepada proyek-proyek yang tidak layak. BUMN dijadikan sebagai pencitraan, akhirnya mereka ramai-ramai melakukan window dressing di laporan keuangan. Garuda, Pertamina, PLN, itu semua perlu diselamatkan,” lanjutnya.

Ia berharap dengan perombakan ini akan dipilih pengganti yang berasal dari kalangan profesional. Menurutnya sudah saatnya Kementerian BUMN menjadi pengelola pelat merah yang profesional, bukan lagi event organizer seperti sebelumnya. (cnbcindo)

Apa Reaksi Kamu?