Saling Memaafkan Itu Baik Untuk Kesehatan Loh

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Saling Memaafkan Itu Baik Untuk Kesehatan Loh

Wingamers – Saling memaafkan tidak hanya disaat hari-hari tertentu saja. Contoh hari Raya Idul Fitri. Jika telah berbuat salah segeralah meminta maaf. Menurut studi baru, bila kita mampu memelihara sifat ini, mudah memaafkan kesalahan orang lain bisa melindungi diri kita dari depresi.

Peneliti mempelajari seribu partisipan di atas 60 tahun untuk melihat kesehatan mental dan depresi, khususnya dalam menghadapi orang cenderung berbuat kesalahan. Informasi peserta dilihat dari data survei kesehatan, agama, dan penuaan yang terjadi pada masing-masing dari individu.

Melansir okezone, peneliti kemudian menemukan, khususnya perempuan yang memaafkan kesalahan orang lain, risiko depresi cenderung berkurang, terlepas apakah mereka dimaafkan orang lain atau tidak. Sebaliknya, berbeda dengan rata-rata laki-laki. Mereka justru dilaporkan masih mengalami depresi tinggi jika merasa tidak dimaafkan oleh orang lain, sekalipun mereka telah memaafkan orang tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa laki-laki dan perempuan mengatasi depresi dengan cara berbeda. Para perempuan bisa lebih lega atau bahagia ketika ikatan sosialnya diperkuat dengan kemampuan memaafkan dan berempati pada orang lain.

Christine Proulx dari Department of Human Development and Family Science, University of Missouri, mengatakan memang tak nyaman saat kita merasa orang lain belum memaafkan kita karena suatu kesalahan. Orang pemaaf bukan hanya mudah memaafkan, namun juga mau menerima bila ada orang lain yang belum memaafkan mereka.

Peneliti juga menunjukkan bahwa semakin bertambah tuanya seseorang, mereka cenderung akan lebih mudah memaafkan orang lain. Hal ini, khususnya bagi perempuan, sangat bermanfaat bagi kesehatan mental mereka.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});