Sambut Pertemuan Trump dan Kim Jong-un, Bursa Saham Asia Bervariasi

Muchdi
Muchdi

Sambut Pertemuan Trump dan Kim Jong-un, Bursa Saham Asia Bervariasi ilustrasi

WinNetNews.com - Bursa saham Asia bervariasi pada awal perdagangan seiring investor berharap hasil positif dari pertemuan puncak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Pertemuan tersebut diharapkan bisa akhiri kebuntuan nuklir di semenanjung Korea.

Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,8 persen, dan menuju ke level tertinggi dalam tiga minggu. Indeks saham Korea Selatan Kospi bertambah 0,1 persen. Indeks saham acuan Australia sedikit menguat. Sedangkan indeks saham Selandia Baru melemah 0,3 persen.

Indeks saham acuan MSCI Asia Pasifik kecuali Jepang berada di posisi 573,31.  Pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan pengaruhi bursa saham Asia.

Jelang pertemuan, Trump mengatakan,  pertemuan tersebut bisa "berjalan dengan sangat baik" karena negara-negara mencoba mempersempit perbedaan bagaimana akhiri kebuntuan nuklir di semenanjung Korea.

Banyak analis menuturkan kalau pertemuan itu akan sukses mengingat kegagalan masa lalu dalam pembicaraan dengan Korea Utara.

"Ini tampaknya menjadi langkah pertama dalam proses yang sudah lama ditarik keluar. Jika tampaknya ada niat tulus dari kedua belah pihak untuk menggunakan pertemuan tersebut sebagai dasar untuk negosiasi perjanjian damai yang serius. Saya kira itulah yang akan terlihat seperti ini," kata dia, seperti dikutip dari situs Liputan6 dari laman Reuters, Selasa (12/6/2018).

"Tidak ada yang mengharapkan perjanjian damai hari ini. Itu terlalu optimis. Akan tetapi jika ternyata gagal total, mungkin ada beberapa implikasi untuk aset berisiko," tambah dia.

Kesepakatan denuklirisasi akan positif untuk aset Korea Selatan mengingat dorongan yang mungkin untuk pertumbuhan dan memudar risiko geopolitik. Hal itu dikatakan analis Goldman Sachs dalam sebuah catatan.

Adapun penguatan bursa saham Asia juga didukung dari bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang positif. Indeks saham Dow Jones stabil. Indeks saham S&P 500 naik 0,1 persen. Sedangkan indeks saham Nasdaq bertambah 0,2 persen.

Selain itu hasil pertemuan G7 tak begitu baik usai Trump mengecewakan upaya G7 untuk menunjukkan persatuan malah memilih mundur dari komunike bersama. Aksi tersebut memancing kecaman dari Jerman dan Prancis. Bahkan Trump menyebut Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sangat tidak jujur dan lemah.

“Pada umumnya pasar abaikan G7. Sebaliknya pelaku pasar menunggu minggu yang sibuk,” ujar Attrill.

Usai pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un, diikuti pertemuan bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve yang diperkirakan menaikkan suku bunga, bank sentral Eropa dan pengambilan suara RUU Brexit di parlemen Inggris.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, indeks dolar AS naik 0,1 persen terhadap sejumlah mata uang lainnya. Terhadap yen, dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam tiga minggu ke posisi 110,42. Euro berada di dekat level tertinggi USD 1.1840.

Di pasar komoditas, harga minyak Amerika Serikat naik enam sen menjadi USD 66,16 per barel. Sedangkan harga minyak Brent naik lima sen menjadi USD 76,51. Harga emas berada di posisi USD 1.298,06 per ounce.

Apa Reaksi Kamu?