Sampah Plastik Betebaran di Bibir  Pantai. Ganggu Pemandangan dan Rusak Kehidupan Laut Nih!
Foto: Independent/Jennifer Lavers

Sampah Plastik Betebaran di Bibir Pantai. Ganggu Pemandangan dan Rusak Kehidupan Laut Nih!

Selasa, 16 Mei 2017 | 09:15 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Pantai dari sebuah pulau Inggris yang terpencil di Pasifik Selatan, dikotori dengan sekitar 37,7 juta keping plastik. Tingkat polusi plastik di Pulau Henderson yang tidak berpenghuni, bagian dari wilayah Kepulauan Pitcairn di Inggris, lebih buruk daripada di tempat lain di dunia.

Penyidik yang mengunjungi pulau tersebut menemukan hingga 671 item plastik, pada setiap meter persegi (10 sq ft) dari pantai yang masih asli.

Pulau Henderson ditunjuk sebagai Situs Warisan Dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1988.

Pulau dengan luas 3.700 hektar (9.142 hektar) berjarak 3.100 mil (5.000 km) dari pusat populasi utamadan memiliki salah satu atol karang terapung terbaik yang diawetkan di dunia.

Hal ini juga terjadi berada di dekat pusat Hutan Pasifik Selatan, arus samudra melingkar yang mengumpulkan puing buatan manusia yang dibawa dari Amerika Selatan dan disimpan oleh kapal nelayan.

Dr. Jennifer Lavers, dari Institut Studi Kelautan dan Antartika University of Tasmania, yang memimpin sebuah ekspedisi ilmiah ke pulau yang dilakukan oleh Royal Society for the Protection of Birds (RSPB), mengatakan bahwa situasi di Henderson Island menunjukkan "tidak ada yang melarikan diri. Bahkan, populasi plastik di bagian paling jauh dari lautan kita ".

Dia berkata: "Jauh dari menjadi pulau sepi yang 'murni' mungkin dibayangkan orang seperti tempat terpencil, Pulau Henderson adalah contoh mengejutkan namunbagaimana puing-puing plastik mempengaruhi lingkungan dalam skala global." katanya

"Berdasarkan sampel kami di lima lokasi, kami memperkirakan lebih dari 17 ton puing plastik telah disimpan di pulau itu, dengan lebih dari 3.570 sampah baru-baru ini setiap hari di satu pantai saja." katanya.

"Kemungkinan data kami benar-benar meremehkan jumlah puing-puing sebenarnya di Pulau Henderson, karena kami hanya bisa meihatpotongan-potongan yang lebih besar dari dua milimeter, sampai kedalaman 10cm, dan kami tidak dapat melihat di sepanjang tebing dan garis pantai berbatu." katanya, seperti dikutip dari Independent .

Lebih dari 300 juta ton plastik yang diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya dan tidak didaur ulang, kata Dr Lavers.

Dia menambahkan: "Puing-puing plastik adalah bahaya belitan dan penyerapan bagi banyak spesies, menciptakan penghalang fisik di pantai hingga hewan seperti kura-kura laut, dan menurunkan keragaman avertebrata garis pantai.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 200 spesies diketahui berisiko makan plastik, dan 55 persen burung laut dunia, termasuk dua spesies yang ditemukan di Pulau Henderson, beresiko dari puing-puing laut." tambahnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...