Sampai Saat Ini, Sudah 114 Orang Terjerat UU ITE

Gunawan Wibisono
Selasa, 22 Maret 2016 15:25 WIB
Oleh Gunawan Wibisono pada Selasa, 22 Maret 2016 15:25 WIB
Image Sampai Saat Ini, Sudah 114 Orang Terjerat UU ITE

WinNetNews.com - Dewasa ini penggunaan internet di Indonesia semakin berkembang. Hanya butuh waktu empat tahun bagi internet untuk mencapai 50 juta pengguna, sedangkan pengguna televisi membutuhkan waktu 13 tahun dan radio selama 38 tahun untuk mencapai angka yang sama.

Ternyata perkembangan internet nyatanya turut membawa dampak negatif bagi penggunanya. Agar dampak negatif yang ditimbulkan oleh internet tidak merusak bangsa, pemerintah mencoba mengatur penggunaan internet dengan menciptakan Undang-undang informasi teknologi (UU ITE). Selain itu, pemerintah juga menerapkan sistem sensor (block) pada situs tertentu sampai kepada perdagangan yang terjadi dalam ranah internet.

"Hal yang paling jelas yang terjadi setelah kebijakan tersebut adalah semakin tingginya ancaman terhadap kebebasan berekspresi. Tercatat sejak 2008, sudah ada 144 orang yang terjerat pasal 27 UU ITE," ujar ICT Watch Denny BU dalam diskusi bertajuk "Digital Literacy bagi ancaman kebebasan ekspresi di internet" di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/3).

Sementara itu, lanjut Denny, UU ITE yang pada dasarnya juga mengatur perdagangan di internet lebih sering digunakan untuk menyerang level individu, baik individu ke individu, maupun institusi atau perusahaan ke individu. 

Dilansir dari laman Beritasatu.com

Foto: tenmiengiarenhat.com

Minyak Zaitun Cegah Keriput dan Garis Halus
Vinicius Junior Resmi Gabung Real Madrid

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.