(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sampoerna Bukukan Laba Rp 10,4 Triliun Sepanjang 2015

Muchdi
Muchdi

Sampoerna Bukukan Laba Rp 10,4 Triliun Sepanjang 2015

WinNetNews.com - PT HM‎ Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan laba bersih Rp 10,4 triliun sepanjang tahun 2015 atau naik sebanyak 1,8 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp 10,2 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh pendapatan bersih (di luar cukai) sebesar Rp 42,1 triliun atau naik 8,9 persen dari tahun sebelumnya Rp 38,7 triliun.

Khusus kuartal ke IV 2015, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 2,8 triliun atau naik sebesar 9,6 persen dari Rp 2,5 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba didorong oleh pendapatan sebesar Rp 11,6 triliun atau naik dari kuartal yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 10,4 triliun.

Presiden Direktur HM Sampoerna Paul Janelle mengatakan, Sampoerna mempertahankan pasar rokok nasional kendati perekonomian sedang melambat. Pasar rokok Sampoerna naik 0,1 poin menjadi 35 persen di tahun 2015.

 

Kinerja keuangan Sampoerna didorong oleh portofolio Sigaret Kretek Mesin (SKM) seperti Dji Sam Soe Magnum dan Dji Sam Soe Magnum Blue yang meningkat. Semen‎tara, Sigaret Kretek Tangan (SKT) mengalami penurunan.

"Kinerja pangsa pasar Sampoerna yang solid pada tahun 2015 menunjukkan kekuatan portofolio merek unggulan perusahaan. Sebagai produsen rokok terbesar di Indonesia, Sampoerna berkomitmen untuk memproduksi dan memasarkan rokok berkualitas tinggi untuk perokok dewasa," kata dia dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Sementara itu, dia mengatakan pelepasan saham turut berkontribusi pada laporan keuangan Sampoerna. Perusahaan sendiri melepas saham pada November 2015 guna memenuhi syarat Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam ketentuan tersebut, perusahaan terbuka mesti melepas saham paling sedikit 7,5 persen ke publik.

 

Dari situ, perseroan mendapat penerimaan bersih dari right issue sebesar US$ 1,5 miliar. Lalu, menempatkan Sampoerna sebagai emiten dengan kapitalisasi terbesar yakni Rp 496 triliun.

"Sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia, kami terus memegang komitmen kami di Indonesia. Transaksi ini menjadi contoh luar biasa bahwa para investor dalam negeri dan luar negeri memiliki keyakinan terhadap kondisi perekonomian dan pasar saham Indonesia. Kami sangat senang dengan hasilnya," imbuh Paul.

Sumber dari Liputan6, Jakarta

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});