Sampoerna Siap Right Issue

Rusmanto
Kamis, 13 Agustus 2015 08:56 WIB
Oleh Rusmanto pada Kamis, 13 Agustus 2015 08:56 WIB
Image Sampoerna Siap Right Issue

Perseroan akan melepas sebanyak 269,72 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 63-99 ribu per saham dan membidik dana sebesar Rp 26,7 triliun.

Setiap 65 pemegang saham lama berhak atas 4 HMETD.

“Rights issue ini dilakukan dalam rangka memenuhi syarat jumlah saham beredar di publik menjadi 7,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh,” ungkap manajemen dalam prospektusnya, Rabu (12/8).

Saat ini, PT Philip Morris Indonesia Philip Morris Indonesia menjadi pemegang saham terbesar perseroan dengan kepemilikan 430,31 miliar saham (98,18 persen), sedangkan investor publik 7,98 miliar saham (1,82 persen).

“Dana yang diperoleh dari rights issue ini akan digunakan seluruhnya untuk keperluan perseroan secara umum, modal kerja, termasuk pembayaran fasilitas pinjaman modal kerja,” tulis manajemen.

HM Sampoerna menargetkan pernyataan efektif pendaftaran penawaran rights issue dan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 September. Lalu, perdagangan saham terakhir saham dengan HMETD (cum right) di pasar reguler dan negosiasi pada 28 September, dan pasar tunai 1 Oktober.

Sementara itu, perdagangan saham tanpa HMETD akan dimulai di pasar reguler dan negosiasi pada 29 September dan pasar tunai 2 Oktober. Perseroan menjadwalkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 5 Oktober. Periode perdagangan HMETD akan digelar pada 5-9 Oktober.

Tahun ini, HM Sampoerna mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,11 triliun, turun dari realisasi capex tahun lalu Rp 1,57 triliun. Adapun capex tahun ini akan diserap untuk aset tetap yang berkaitan dengan fasilitas manufaktur perseroan. Sampai semester I-2015, perseroan telah menyerap capex Rp 481,8 miliar.

Belum lama ini, RUPSLB perseroan menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 4,52 triliun. Nilai dividen yang dibagikan tersebut setara Rp 1.033 per saham. Pembagian dividen ini berasal dari laba ditahan perseroan selama 15 tahun dari 1999 sampai 2014. (jk)

Cara Memakai Tas yang Tepat Agar Tidak Mencederai Tubuh
Trump Kecam Uni Eropa Terkait Denda untuk Google

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.