Samsung: Kecerdasan Buatan Masih Dalam Tahap Awal

Rusmanto
Rusmanto

Samsung: Kecerdasan Buatan Masih Dalam Tahap Awal ilustrasi

Winnetnews.com - Bagi yang merasa takut robot akan menggantikan manusia, tenang, kita masih jauh dari masa depan seperti itu. Kalau menurut Samsung, artificial intelligence (AI), masih dalam tahap awal untuk saat ini.

Adalah Dr. Hongxia Jin, senior director of Samsung Research America Artificial Intelligence Center, yang mengatakan Hal tersebut. Contohnya tampak pada kemampuan personal assistant saat ini.

"Masih Banyak personal assistant yang tidak paham pekerjaannya. Ketika kita memberikan instruksi, ia bisa saja tidak mengerti apa maksudmu," ujarnya saat detikINET mengunjungi Samsung Strategy and Innovation Center di San Jose, California, Amerika Serikat.

Perempuan yang mengepalai seksi Natural Language Processing and Data Mining itu juga mengatakan bahwa saat ini pendekatan yang dilakukan oleh asisten virtual disebut dengan Narrow AI. Maksudnya, ia bagus dalam mengerjakan tugas sederhana, namun terkadang masih belum tahu hal-hal yang dibutuhkan user.

Untuk itu, menurut Jin, kecerdasan buatan, dalam hal ini yang tertanam di asisten virtual, harus berpusat pada user. Ia juga harus selalu belajar dari penggunanya.

Sebagai sarana pembelajaran itu, ada banyak yang bisa dilakukan user. Mulai dari input secara langsung melalui layar ponsel, dialog, hingga menunjukkan gambar.

"Di masa depan, AI Assistant akan memiliki pengetahuan lebih dengan semakin banyaknya engagement dengan user. Ia juga akan lebih personal untuk tiap orang, ia akan memiliki pendekatan berbeda antara dengan kamu atau bibi kamu," tutur Jin.

Untuk itu, ia melanjutkan, strategi Samsung adalah mendorong user dan pihak ketiga untuk menciptakan kemampuan kecerdasan buatan yang lebih personal di banyak perangkat. Perusahaan asal Korea Selatan itu juga melihat asisten virual akan terus belajar, membantu, dan hadir untuk user, sekaligus tetap aman.

Sampai saat ini, Samsung memiliki 14 R&D Center di 12 negara, salah satunya Indonesia. Dari selusin negara itu, lima di antaranya dikhususkan untuk pengembangan AI. Tiap tahunnya pun, Samsung menjual setengah miliar perangkat yang terkoneksi satu dengan lainnya.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di www.detik.com dengan judul "Menurut Samsung, Kecerdasan Buatan Masih 'Cemen'"

 

 

Penulis : Djoko Rusmanto
Editor : Baiq Fevy Shofya Wahyulana

Apa Reaksi Kamu?