(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sandiaga Sebut OK OCE Mart Sepi karena Ekonomi Nasional Lesu, Guntur Romli Bilang Begini

Oky
Oky

Sandiaga Sebut OK OCE Mart Sepi karena Ekonomi Nasional Lesu, Guntur Romli Bilang Begini Sumber : Istimewa

WInnetnews.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menanggapi pernyataan Sandiaga Uno mengenai sepinya OK OCE Mart. Hal ini diungkapkan melalui akun Twitter miliknya @GunRomli pada Sabtu (8/9/2018).

Awalnya Guntur Romli mengunggah tangkapan layar berita dari Kompas.com tentang OK OCE Mart Kalibata, Jakarta yang akan pindah karena tak mampu menyewa lahan.

Dalam isi berita dituliskan pula bahwa Sandiaga menyakini hal yang kini tengah dialami pemilik OK OCE Mart ini dikarenakan ekonomi nasional yang sedang lesu.

Guntur Romli pun menuliskan bahwa ia sudah menduga bahwa alasan 'lesunya ekonomi nasional' menjadi alasan yang digunakan Sandiaga Uno perihal sepinya OK OCE Mart.

Lebih lanjut, politisi PSI ini menyebut bahwa jika benar ekonomi nasional sedang lesu, maka seharusnya bisnis ritel yang lain banyak yang tutup.

Faktanya jika bisnis ritel tersebut masih berjalan, Guntur Romli menyebut bahwa hal tersebut berarti hanya OK OCE Mart yang gagal total.

Selain itu, Guntur Romli menganggap sepinya OK OCE Mart sebagai bisnis ritel karena tak mampu bersaing, bukan karena ekonomi nasional yang tengah lesu.

Guntur Romli juga memberikan contoh bisnis ritel lain, yakni Basmalah Mart yang berada di Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur berkembang pesat.

Ia pun mengingatkan warganet akan propaganda ini.

Guntur Romli menambahkan, bahwa Sandiaga Uno tengah mencari kambing hitam atas kegagalan program OK OCE.

Menurutnya, sepinya OK OCE Mart ini digunakan Sandiaga Uno untuk menyerang pemerintah.

Berikut komentar Guntur Romli terkait alasan Sandiaga Uno soal sepinya OK OCE Mart.

image0

"Sudah saya duga propaganda busuk @sandiuno ini akan framing tutupnya OK OCE Mart ke "lesunya ekonomi nasional" klu omongan ini benar, harusnya bisnis2 ritel sprt Alfamart, Indomaret, Basmalah (Sidogiri di Jatim) banyak yg tutup, ternyata tidak, artinya hanya OK OCE yg gagal total.

Yg benar, tutupnya OK OCE Mart sbg bisnis ritel krn kegagalan program ini & tdk mampu bersaing, bukan krn "ekonomi nasional lagi susah" yg saya bersyukur bisnis ritel berbasis pesantren sprt Basmalah Mart Sidogiri di Jatim berkembang pesat. Hati2 dgn Propaganda busuk @sandiuno!

OK OCE Mart gagal total, padahal ini yg mau dijadikan "jualan" kampanye nasional @sandiuno, krn gak bisa jadi kampanye positif, maka tutupnya OK OCE Mart dijadikan sbg kampanye negatif Sandi unt menyerang Pemerintah, Sandi sedang cari "kambing hitam" dr kegagalan OK OCE," tulis Guntur Romli.

Diberitakan Kompas.com pada Sabtu (8/9/2018), Advisor Nasional Perkumpulan Gerakan OK OCE Sandiaga Uno menyebut bahwa OK OCE Mart di Kalibata bukan tutup melainkan akan pindah ke tempat lain.

Menurut Sandiaga, hal ini disebabkan karena pemilik tidak mampu menyewa lahan.

"Nah OK OCE Mart yang di Kalibata ini mereka awalnya tidak menyewa dan sekarang ini harus menyewa lahan dan menyewa lahan itu berat. Jadi enggak tutup, mereka mau pindah," ujar Sandiaga melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/9/2018), seperti dikutip dari Kompas.com.

Sandi menegaskan bahwa apa yang terjadi pada OK OCE Mart di Kalibata ini bukan berarti program tersebut gagal.

Menurutnya perjalanan bisnis memang sering naik turun.

Lebih lanjut, Sandiaga menyebut bahwa apa yang dialami oleh pemilik OK OCE Mart di Kalibata ini akibat dari ekonomi nasional yang tengah lesu.

"Karena sekarang kan keadaan ekonomi turun, omset mereka juga turun jadi mereka sekarang lagi mencari lokasi lain," kata Sandiaga.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi santai soal sepinya OK OCE Mart ini.

Dikutip TribunWow dari Kompas.com pada Selasa (4/9/2018), Anies menyebut bahwa usaha lain juga tengah mengalami pasang surut.

"Usaha online juga banyak yang tutup dan banyak yang buka.

Usaha ya usaha saja, mengikuti nature bisnis," ujar Anies, di Hotel Aryaduta, Selasa (4/9/2018).

Kendati demikian, Anies menegaskan bahwa program kewirausahaan akan tetap menjadi fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Karena ini adalah kota jasa yang peluang usahanya banyak, yang dibutuhkan adalah program yang terencana, berhasil di sebuah komunitas, lalu dari situ baru digandakan. Jadi, kita akan terus," imbuh Anies.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});