Sandiaga Uno Prediksi Sebentar Lagi Indonesia Masuk Resesi Ekonomi
Sandiaga Uno. (Foto: Tribunnews)

Sandiaga Uno Prediksi Sebentar Lagi Indonesia Masuk Resesi Ekonomi

Senin, 3 Agt 2020 | 11:55 | Anggara Putera Utama
Winnetnews.com -  Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebut ekonomi Indonesia dalam waktu dekat akan masuk ke dalam kondisi resesi. Sandi menjelaskan, kabar terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang negatif dalam dua kuartal terakhir tersebut akan diumumkan pada 5 Agustus 2020 nanti.

“Saya mohon bantuan dari teman-teman di sini untuk mensosialisasikan dan mengedukasi UMKM di daerah, bahwa resesi sebentar lagi masuk di Indonesia. Tanggal 5 Agustus akan ada pengumumannya,” kata Sandi dalam video yang diunggah dalam Facebook pribadinya, Minggu (2/8).

“Karena kita sudah hampir bisa memastikan kita memasuki resesi,” lanjutnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengungkapkan pada kuartal II 2020, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 4,3 persen. Hal tersebut belum dapat dikatakan resesi karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal I masih positif, yakni 2,97 persen. Sebagai informasi, kondisi ekonomi dapat disebut resesi bila pertumbuhan ekonomi selama 2 kuartal berturut-turut negatif.

Sandi menambahkan, potensi resesei yang menghampiri Indonesia tersebut akan berdampak pada melemahnya permintaan dan produksi. Resesi ini juga akan berdampak langsung pada sektor UMKM.

Politikus Partai Gerindra itu menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II yang diprediksi akan mengalami kontraksi cukup parah hingga mencapai minus 6 persen, lebih tinggi dari ramalan pemerintah.

“Di kuartal II 2020 ini, saya prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi besar mengalami kontraksi. Bahkan hingga minus 6 persen jika sektor konsumsi belum pulih karena pelemahan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Terkait itu, Sandi menyarankan agar pemerintah dapat  mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) demi mengurangi dampak dari resesi. Terlebhdalam hal realisasi anggaran kesehatan, bantuan sosial, serta insentif untuk UMKM.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...