Saran Kemenkes Agar Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 Bisa Dikendalikan

Rusmanto

Dipublikasikan 4 hari yang lalu • Bacaan 2 Menit

Saran Kemenkes Agar Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 Bisa Dikendalikan
detikcom
Winnetnews.com -  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan kenaikan kasus COVID-19 di RI kini disebabkan varian baru Corona yakni subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Lantas mengingat Indonesia kini tengah menghitung waktu menuju Idul Adha Juli 2022 mendatang, akankah kasus COVID-19 RI kian meroket?

Anggota Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular Pengurus Besar (PB) IDI dr Erlina Burhan menjelaskan kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia sebenarnya baru terjadi setelah masuk subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Selepas momen Lebaran lalu, kasus COVID-19 RI justru melandai.

Artinya lonjakan kasus COVID-19 sebenarnya bukan dipicu oleh mobilitas yang tinggi di hari-hari besar, melainkan kemunculan varian Corona baru.

"Sebetulnya penyebabnya varian baru ini. Kita tahu varian baru ini penyebabnya ya itu tadi (subvarian Omicron BA.4 dan BA.5). Yuk protokol kesehatan," ujar dr Erlina dalam Media Briefing Kewaspadaan Kenaikan Kasus COVID-19 dan Penyakit Menular Lainnya di Sekretariat PB IDI, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2022).

"Karena dengan vaksinasi, protokol kesehatan, walaupun orang mobilisasinya tinggi kemarin tidak terjadi peningkatan yang signifikan. Malah landai kan setelah lebaran baru naik setelah ada varian baru. Jadi nanti Idul Adha, kalaupun orang mobilisasinya tinggi, asal protokol kesehatan dan sudah di-booster, Insyaallah nggak akan tinggi-tinggi banget," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI BUdi Gunadi Sadikin memprediksi puncak COVID-19 pada gelombang kali ini bakal terjadi di minggu kedua atau minggu ketika Juli mendatang. Menuruntya, puncak biasanya tiba sebulan setelah temuan kasus pertama varian baru Corona.

"Pengamatan kami ini gelombang BA.4 dan BA.5 biasanya puncaknya tercapai 1 bulan setelah penemuan kasus pertama. Jadi seharusnya di minggu kedua Juli, minggu ketiga Juli kita akan lihat puncak kasus dari BA.4 dan BA.5 ini," kata Menkes dalam siaran langsung 'Keterangan Pers Menteri Terkait Rapat Terbatas Evaluasi PPKM', Senin (13/6/2022).

"Kalau memang masyarakat kita siap termasuk dengan boosternya yang baik, kemungkinan besar puncaknya tidak akan tinggi. Ditambah dengan adanya booster ini, daya tahan imunitas masyarakat akan bertahan 6 bulan lagi sampai bulan Februari-maret tahun depan," pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "IDI Sebut Corona RI Tak Bakal Makin Melonjak Pasca Idul Adha Mendatang, Asal..."


 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...