Satu Impian Terpendam Ayrton Senna yang Belum Terwujud Hingga Akhir Hayatnya
Ayrton Senna

Satu Impian Terpendam Ayrton Senna yang Belum Terwujud Hingga Akhir Hayatnya

Kamis, 2 Mei 2019 | 16:30 | Daniel

Winnetnews.com - Mantan pembalap Formula 1 Gerhard Berger mengenang Ayrton Senna, mantan rival dan juga rekan setimnya semasa masih aktif membalap. Satu hal mengejutkan diungkapkan oleh Berger soal keinginan terpendam Senna selama ini.

Ayrton Senna tewas pada kecelakaan di Sirkuit San Marino, Imola, Italia pada 1 Mei 1994. Pada saat itu, Senna yang membela tim Williams Ford mengalami kecelakaan pada saat race memasuki lap ketujuh. Mobilnya keluar lintasan dan menabrak papan beton di kecepatan 233 kilometer perjam.

Berger dan Senna sempat menjadi tandem di McLaren pada 1990 hingga 1992. Selepas McLaren, Senna memutuskan untuk hijrah ke Williams pada 1994, sementara Berger lebih dulu meninggalkan McLaren menuju Ferrari pada 1993.

image0

“Hal seperti itu memang sangat berat. Anda kehilangan kolega dan dalam hal ini sahabat. Namun di sisi lain kami semua tahu bahwa ini merupakan risiko di olahraga ini. Hal ini terjadi dan Anda harus menghadapinya,” jelas Berger mengutip Autoblog.

“Impian Senna adalah membela Ferrari. Dia selalu mengatakan kepada saya ‘Gerhard, saya suatu hari nanti ingin berada di Ferrari, namun mereka belum terlihat meyakinkan sehingga saya tidak tahu kapan bisa membalap bersama mereka’,” tambah Berger.

Senna memulai karier balapnya di F1 bersama Tolemans. Selepas itu ia pindah ke Lotus, dan merebut kemenangan perdananya di F1. Tampil meyakinkan bersama Lotus, Senna lalu direkrut oleh McLaren Honda dan merebut tiga gelar juara dunia di sana.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...