Satu Wanita Tewas dalam Insiden Penembakan Sadis di Sekolah Menengah Saugus

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Satu Wanita Tewas dalam Insiden Penembakan Sadis di Sekolah Menengah Saugus Para siswa di Saugus High School menangis ketakutan usai insiden penembakan sadis. [Foto: usatoday.com]

Winnetnews.com - Insiden sadis menewaskan satu wanita tewas, dua pria kritis, dan satu korban lainnya luka ringan usai penembakan di sebuah sekolah menengah di California, Amerika Serikat (AS), Jum’at (15/11) waktu setempat.

Begitu pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit Henry Mayo Newhall di Twitter seperti dilansir SINDOnews.com. Sementara korban penembakan lainnya di Rumah Sakit Holy Cross Providence, dua pasien wanita dalam kondisi baik dan tengah berbincang saat mereka tiba, kata seroang perwakilan rumah sakit seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/11).

Aksi penembakan itu dilakukan oleh seorang pria Asia dan seorang siswa di Saugus High School di Santa Clarita, sekitar 50 mil sebelah utara Los Angeles.

"Tersangka ditahan dan dirawat di rumah sakit setempat," kata Sheriff County Los Angeles Alex Villanueva di Twitter.

Sebuah senjata ditemukan di tempat kejadian, kata seorang petugas polisi kepada stasiun televisi NBC.

"Kami percaya pada saat ini bahwa hanya ada satu tersangka tetapi kami secara aktif menyelidiki dan mengikuti semua petunjuk," kata Kantor Sheriff County Los Angeles cabang Santa Clarita Valley di Twitter.

Sekitar 2.300 siswa bersekolah, yang terdiri dari lebih dari selusin bangunan.

"Departemen Kesehatan Mental Los Angeles mengirim staf ke Saugus High School untuk menyediakan dokter kesehatan mental bagi siswa," kata Kathryn Barger, penyelia departemen tersebut, di Twitter.

Adegan di Saugus High School mengingatkan akan peristiwa penembakan massal lainnya di sekolah-sekolah di seluruh Amerika Serikat, termasuk pembantaian di Sekolah Menengah Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, di mana seorang mantan siswa dengan senapan serbu menewaskan 17 orang pada 14 Februari 2018.

Pembantaian Hari Valentine di Stoneman memicu gerakan yang dipimpin oleh siswa secara nasional, menyerukan sekolah dan keselamatan senjata. Pada bulan Agustus, para korban yang selamat dari penembakan itu merilis sebuah rencana pengendalian senjata yang akan melarang senapan serbu dan mengambil langkah-langkah lain dengan tujuan mengurangi separuh kematian dan cedera akibat senjata api di AS dalam satu dekade.

Tahun ini menandai peringatan 20 tahun penembakan di Columbine High School di Colorado, tempat dua remaja mengamuk dengan fatal menembak 12 siswa dan seorang guru serta melukai lebih dari 20 lainnya sebelum bunuh diri.

"Kehabisan kata-kata tentang penembakan di California Selatan," tweeted Cameron Kasky, yang selamat dari penembakan Parkland, yang merupakan salah satu siswa yang mengorganisir aksi unjuk rasa dan melobi upaya di Ibu Kota Florida, Tallahassee dan Washington setelah penembakan.

"Mengirim cinta dan kekuatan ke seluruh komunitas," Kasky menambahkan. [sindo]

Apa Reaksi Kamu?