Sayangkah Anda Dengan Kesenian di Indonesia?

Oky
Oky

Sayangkah Anda Dengan Kesenian di Indonesia? Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Tak kenal maka tak sayang, mari kita lestarikan banyaknya kebudayaan di Indonesia salah satunya di Kota Cirebon. Kota Cirebon mempunyai kesenian yang unik-unik salah satunya adalah “Burokan” selain itu juga ada “Tari Topeng, Tari Sintren, Sandiwara, Genjring Rudat, dan Gembyung.

Burokan hanya ada di Kota Cirebon, maka dari itu seni Burokan tidak banyak diketahui oleh orang-orang. Kesenian burokan berawal dari sekitar tahun 1943, dari seorang penduduk di Desa Kalimaro Kecamatan Babakan yang bernama Abah Kalil yang membuat sebuah seni, contohnya seperti boneka-boneka berukuran besar atau yang disebut Burokan (Kuda Sembrani).

Kesenian “Burok” adalah merupakan topeng cantik bermahkota yang dimainkan oleh 2 orang, yang satu berperan sebagai tubuh bagian depan dan yang lain menjadi tubuh bagian belakang. Dalam pertunjukannya kesenian burok ini terdiri dari beberapa pemain lain, diantaranya Singa Depok, yaitu patung singa yang diangkat oleh 4 orang. Sebagian orang juga ada yang menambahkannya dengan kesenian barongsai dan music tradisional angklung. Kebudayaan ini diadakan ketika ada pesta perayaan pernikahan,sunatan. Kesenian ini penting karena atas syukur mereka terhadap sang kuasa, lalu orang-orang bisa menunggakan. Kesenian Burok yang diiringi dengan music dan crew yang berjumlah lebih dari 15 orang, mereka di sewa sehari penuh dengan berkeliling dusun, ini dilakukan agar anak yang sunat nanti naik punggungnya burok lalu diarak keliling RT dan RW, warga desa akan tahu jika ada tetangganya di lingkungannya ada hajatan, kesenian ini bisa mempunyai misi yakni, mengingatkan kepada warga tetangganya untuk hadir di rumahnya yang punya hajatan, kedua sebagai tanda kegembiraan, dimana si buah hatinya sudah di khitan.

Banyak perubahan-perubahan peradaban yang terjadi di penjuru dunia ini, masuknya budaya barat ke Indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada system kebudayaan masyarakat. Seperti yang dilakukan Eric North dengan membangun Sanggar Sinar Surya, di Santa Barbara, California.

“Miris sebetulnya. Saat di kita susah cari regenerasi Bangsa lain malah serius mempelajari ini” katanya.

“Sebenarnya kalau dimaksimalkan, ini akan membantu melestarikan kesenian dan mendongkrak pariwisata kita juga,” tuturnya.

Sama hal nya dengan kesenian Wayang juga mulai tidak terlihat eksistensisnya. Cirebon sendiri memiliki kesenian Wayang Kulit, Wayang Orang, Wayang cepak dan Wayang Golek Sunda. Kesenian ini menempati puncak kejayaan di tahun 1980 an. Setelah itu semakin jarang di pentaskan.

“Dulu Dayang Wayang Kulit ya penari Topeng. Sekarang minat penontonnya juga sudah berkurang,” katanya.

Sementara itu, meski beberapa kesenian mulai tak memiliki regenerasi, namun kesenian lainnya masih diminati para remaja dan pemuda di Cirebon

Ada beberapa dampak dari masuknya budaya barat ke budaya local :

  1. Generasi muda sekarang lebih suka meniru gaya orang-orang barat, misalnya trend mode berbusana. Anak muda zaman sekarang lebih suka menggunakan barang-barang eksport dan berbusana yang minim-minim sehingga menyebabkan kurangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri
  2. Munculnya sikap individualism yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesame warga. Dengan adanya individualism maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
  3. Kemajuan teknologi mereka (barat) yang sudah semakin maju dapat membantu kita memudahkan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari dengan bantuan alat-alat elektronik canggih yang mereka ciptakan.
  4. Pergaulan masyarakat barat yang bebas mulai mempengaruhi budaya Indonesia yang sebelumnya lebih beradab. Kebebasan yang kelewat batas itu sebenarnya tidak cocok dengan nilai-nilai kebudayaan kita.
  5. Kurangnya rasa hormat terhadap orangtua dan tidak peduli terhadap lingkungan juga merupakan dampak yang ditimbulkan dari kebudayaan barat yang mengarut kebebasan sehingga mereka betindak sesuka hatinya.

Jadi, menjadi warga Indonesia seharusnya jangan kalah dengan Bangsa lain yang serius mempelajari kesenian budaya kita dan tidak boleh tidak peduli terhadap pelestarian kesenian kebudayaan yang ada di Indonesia, warga Indonesia harusnya siap menjadi regenerasi dalam mempelestarian kebudayaan.

 

 Ditulis oleh Aina rizky andini

Mahasiswi London School of Public Relations

Apa Reaksi Kamu?