Sebelum Berinvestasi Saham, Pahami Risiko-Risiko yang Akan Ditemui

Sebelum Berinvestasi Saham, Pahami Risiko-Risiko yang Akan Ditemui

WinNetNews.com - Selama ini ketika investor ingin melakukan investasi saham, kendala utama yang dihadapi antara lain karena pemahaman masyarakat mengenai dunia pasar modal masih sangat minim sehingga menimbulkan persepsi:

• Pasar modal hanya untuk orang berduit (kaya raya)

• Beresiko sangat tinggi

• Sangat sulit menjalankan aplikasi / program nya

• Perlu belajar banyak tentang berbagai istilah transaksi pasar modal

• Masyarakat masih menganggap pasar modal bukan jenis pilihan investasi yang mudah dan aman.

Selain itu, sebagai investor, kita juga perlu memahami beberapa tingkat risiko lain yang dapat terjadi, yaitu:

1. Risiko Perusahaan Bangkrut

Ini adalah risiko terbesar dalam investasi di saham. Jika suatu perusahaan bangkrut, maka kita sebagai pemegang saham minoritas dapat dipastikan tidak akan kepabagian apa-apa dari kekayaan perusahaan tersebut. Resiko ini adalah sebesar uang yang kita tanamkan di perusahaan itu. Sehingga, jika resiko ini terjadi, dapat dipastikan semua uang kita akan hilang. Dengan demikian, pada saat kita hendak membeli suatu saham pastikan bahwa perusahaan tersebut tidak akan bangkrut. Hal ini dapat kita kaji dari laporan keuangan, bisnis dan pemilik mayoritas serta manajemen perusahaan tersebut. Jangan pernah mau membeli saham yang kita khawatir bahwa perusahaan tersebut ada kemungkinan bangkrut.

2. Risiko Likuiditas Saham

Risiko likuiditas saham adalah kerugian yang dapat muncul pada saat saham tersebut tidak lagi ada transaksi yang memadai di pasar sekunder. Ini adalah resiko terbesar kedua. Jika saham yang kita miliki tiba-tiba tidak ada transaksi yang memadai di pasar sekunder, apakah karena kinerja perusahaan yang sangat buruk, ataukah, karena kepercayaan pasar yang hilang, atau sebab lainnya, maka dapat dipastikan harga saham kita akan jatuh ke titik terendah, bahkan bisa lebih rendah dari harga terendah yang diizinkan di bursa saham. Sebagai contoh harga terendah yang diatur bursa Indonesia adalah Rp 50 per saham, maka harga saham kita bisa lebih rendah lagi karena kita terpaksa menjualnya di pasar negosiasi. Untuk itu, kita perlu hanya membeli saham dari perusahaan yang kondisi keuangannya sehat, bisnis akan berkembang, mempunyai nama baik serta dijalankan oleh manajemen yang baik dan benar.

3. Risiko Fluktuasi

Resiko fluktuasi adalah kerugian yang muncul karena saham yang kita miliki harganya turun di pasar sekunder, baik karena faktor makro maupun mikro yang bersifat sementara. Faktor makro misalnya kondisi perekonomian secara keseluruhan, baik di dalam negeri maupun internasional. Faktor mikro misalnya karena sektor bisnis yg dijalani sedang tidak diuntungkan, atau, karena kondisi internal perusahaan. Kerugian yang bisa timbul dari hal tersebut tidak akan mencapai 100% dan juga tidak akan mencapai harga terendah. Karena penyebab dari fluktuasi ini tidak mendasar dan hanya bersifat sementara, maka transaksi di pasar sekunder masih akan besar.

Itulah tiga resiko besar di pasar saham, ini benar-benar harus kita pahami sebelum kita membeli suatu saham. Risiko pertama dan kedua harus kita hindari sejak awal kita membeli saham, sedangkan risiko ketiga dapat kita ambil. Fluktuasi saham-saham di pasar sekunder akan selalu terjadi seiring dengan dinamika pasar keuangan. Sehingga jika sudah memahami hal ini, maka gejolak pasar yang membuat harga saham kita turun, tidak akan menghilangkan nafsu makan kita. Tapi, tentunya, ada syarat lain yang perlu dingatkan lagi bahwa untuk berinvestasi di saham jangan menggunakan uang pinjaman dan jangan menggunakan uang kebutuhan sehari-hari dan jangan menggunakan uang yang sudah akan dipakai dalam jangka pendek. Uang yang digunakan untuk investasi di saham hendaknya uang yang tidak akan dipakai dalam jangka minimal satu tahun ke depan.

Pasar saham bukanlah tempat kita meminta uang, tetapi tempat kita mengembangkan uang seiring dengan perkembangan perusahaan yang sahamnya kita miliki. Jadi belilah saham yang kita yakini akan berkembang dan akan menghasilkan keuntungan yang meningkat.