Seberapa Efektif Penggunaan Transportasi Umum Akan Kurangi Polusi Udara Jakarta? 
via Sinarharapan.co

Seberapa Efektif Penggunaan Transportasi Umum Akan Kurangi Polusi Udara Jakarta? 

Senin, 30 Des 2019 | 15:35 | Gracevieli Nissi

Winnetnews.com - Bertambahnya jumlah penduduk Indonesia menjadikan munculnya banyak pertimbangan juga perhatian baik dari segi positif maupun negatif. Hal positif yang didapat dengan bertambahnya penduduk Indonesia yaitu sama dengan bertambahnya tenaga kerja yang dapat mengeluarkan ide dan gagasan baru. Namun, bagaimana dengan hal negatif dari bertambahnya penduduk?  Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penduduk yang beraktifitas dengan menggunakan kendaraan pribadi mereka.

Tidak sedikit dari mereka menggunakan mobil atau motor sebagai transportasi yang digunakan setiap hari. Walaupun sudah tersedia beragam transportasi umum untuk mereka, banyak yang masih lebih memilih kendaraan pribadi sebagai kendaraan yang lebih efektif untuk bepergian.

Dengan menggunakan transportasi pribadi, seperti motor dan mobil, tentunya akan bertambah pula emisi gas buang yang dihasilkan. Apakah kalian sadar bahwa emisi yang dikeluarkan dari tiap kendaraan merupakan polusi yang dapat mengganggu jalur pernapasan kita?

Faktanya, kendaraan yang mengeluarkan gas ini bersifat karsinogenik, yang berarti mengakibatkan kerusakan organ hingga penyebab kanker. Ditambah lagi adanya dua zat yang berbahaya, seperti benzena yang mampu merusak sumsum tulang belakang dan zat timbal yang dapat mengganggu sistem kerja otak, serta dapat mengakibatkan anemia.

Selain mengurangi polusi yang ada, kendaraan umum yang telah disediakan juga dapat membantu penduduk untuk lebih mengirit dalam permasalahan biaya. Patokan harga yang diberlakukan untuk tiap kendaraan umum berkisar Rp3.500 sampai Rp25.000 untuk kendaraan umum yang disediakan dari beberapa daerah perumahan, semisal bus yang dimiliki oleh Lippo Village, Summarecon, ataupun Ciputra yang biasa digunakan untuk melaju dari daerah tertentu ke Jakarta.

“Menurut saya penting banget karena sebagai anak rantauan yang gak punya kendaraan pribadi di kota besar ini, cukup sulit buat saya untuk pergi kemana-mana dan cuma akses transportasi umum yang jadi tumpuan saya agar bisa bepergian. Saya tinggal di Depok dan kuliah di Jakarta Pusat, rasanya berat banget untuk biaya ongkos kalau gak pakai kendaraan umum,” ungkap Jheni Anggramita, salah satu mahasiswa di Jakarta Pusat.

Jheni melanjutkan bahwa transportasi sangat membantu kesehariannya dan menikmati proses commuting-nya seolah sedang jalan-jalan.

“Pokoknya selama saya jadi anak rantau, saya sebisa mungkin menggunakan transportasi umum kayak KRL, MRT, Busway dan ditambah jalan kaki. Selain harganya yang jauh lebih murah, saya bisa nikmatin jalan aja gitu jadi serasa jalan-jalan, dan sehat juga karena banyak jalan kaki,” tambahnya.

Banyak sekali hal positif yang didapat dari menggunakan kendaraan umum. Jadi mau tunggu apa lagi? Yuk, sama-sama kita kurangi polusi dengan solusi yang nyata! (*)

 


---------------
Gracevieli Nissi adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...