Seberapa Penting Karakter LGBT dalam Film Terbaru Pixar, Onward?
Foto: Nationalreview.com

Seberapa Penting Karakter LGBT dalam Film Terbaru Pixar, Onward?

Kamis, 5 Mar 2020 | 17:00 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com - Siapa tak kenal Disney Pixar. Studio yang juga menggawangi film-film animasi populer seperti Toy Story, Finding Nemo, Inside Out, hingga Ratatoille ini secara mengejutkan menciptakan karakter LGBT pertama dalam film terbarunya Onward, yang telah tayang di bioskop Indonesia sejak 4 Maret 2020. 

Walt Disney Pictures dan Pixar Animation Studios sebelumnya juga sudah mengonfirmasi dalam film ini untuk pertama kalinya akan terdapat karakter lesbian.

Langkah Disney dan Pixar dalam menciptakan karakter LGBT ini sepertinya merupakan upaya yang jelas dalam mengkampanyekan perbedaan, terlepas dari target atau kebanyakan penonton film mereka yang merupakan anak-anak dan remaja.

Dalam Onward, seorang polisi bermata satu bernama Specter diceritakan berada dalam hubungan lesbian. Dilansir dari Yahoo Entertainment, Specter disuarakan oleh Lena Waithe, seorang aktris dan penulis skenario yang juga terbuka dengan statusnya sebagai lesbian. Nama-nama lain seperti Chris Pratt, Tom Holland, Julia Louis-Drefus, dan Octavia Spencer juga turut serta menjadi pengisi suara dalam film ini.

Beberapa pihak mungkin melihat beban yang Disney Pixar letakkan pada karakter Specter begitu besar. Produser Onward, Kori Rae menjelaskan kepada Yahoo Entertainenment penciptaan karakter lesbian dalam film ini bisa dibilang terjadi begitu saja. Ia menambahkan, karakter Specter dianggap menjadi “pembuka dunia” dan itulah yang kami inginkan.

Relevansinya dengan Target Penonton

Sutradara film ini sendiri, Dan Scanlon mendefinisikan film ini sebagai dunia modern fantasi yang mencerminkan situasi nyata di dunia saat ini.

Scanlon tentu benar bahwa komunitas LGBT sedang berkembang di Amerika Serikat, namun mungkin berbeda konteksnya jika orientasi seksual yang umumnya diidentifikasi pada orang dewasa diaplikasikan pada film animasi yang kemungkinan penontonnya adalah anak-anak.

Statistik juga membuktikan variasi pada demografi Amerika Serikat terkait lesbian, gay, biseksual, dan transgender, terutama di kalangan anak muda. Gallup memperkirakan pada 2018 4,5% orang Amerika adalah LGBT, sementara sebuah penelitian yang diterbitkan di Pediatrics mengungkapkan sebanyak 30% anak-anak di panti asuhan di California mengidentifikasi diri sebagai LGBTQ.

NBC News melaporkan pada 2017 bahwa survei yang dilakukan kelompok hak asasi LGBT GLAAD menemukan 20% responden termuda (18-34) diidentifikasi sebagai LGBTQ, sementara hanya 12% dari Generasi X (usia 35-53) dan 7% dari generasi baby boomer (52-71) yang diidentifikasi sebagai LGBT.

Banyak orang Amerika Serikat sekarang ini mungkin lebih terbuka dalam mengidentifikasi diri mereka sebagai LGBT karena komunitasnya yang juga lebih populer. Dokter dan peneliti Lisa Littman sempat dikecam oleh kelompok LGBT karena risetnya yang menunjukkan anak-anak sering mengidentifikasi diri sebagai transgender, atau berjuang dengan identitas gender mereka karena berada di sekitar kelompok sebaya yang menormalkannya.

Dikutip DailySignal, sebagian besar anak-anak usia 2 hingga 8 tahun mungkin tidak tahu atau tidak terlalu peduli tentang perbedaan jenis kelamin dan gender. Sedangkan anak-anak usia 9 tahun ke atas kemungkinan akan tahu atau sedikit lebih peduli. Tetapi yang pasti persoalan gender dan seks tentunya akan jauh dari perbincangan sehari-hari anak.

Hal ini, dalam penerapannya pada film Onward kemungkinan akan berujung dengan anak-anak yang gagal untuk memahami makna atau pentingnya karakter Spectre. Disney-Pixar seolah tidak peduli dengan efektivitas penyampaian pesannya dalam film ini.

Karakter lesbian dalam film Onward mungkin dimaksudkan untuk anak-anak lebih mengeksplorasi tentang gender dan seks. Namun sayangnya, penempatannya berada di umur ketika mereka belum mampu memahami atau mengerti tentang dasar-dasar biologis, apalagi lebih sulitnya harus mengaitkannya di tingkat hubungan.

Namun keberanian Disney-Pixar dalam menciptakan karakter LGBT pertama tentu tetap harus diapresiasi, dikutip dari slate.com, beberapa tahun terakhir, Disney dan berbagai anak perusahaannya juga telah mendorong batas-batas inklusivitas yang selama ini menjadi stigma dalam perfilman Hollywood, seperti pengisi suara berkulit hitam dalam The Lion King atau Mulan yang diperankan oleh wanita Asia asli, hingga wanita dan orang-orang berkulit hitam yang turut serta dalam produksi film-film Marvel Cinematic Universe.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...