Sederet Aturan Pelaksanaan Ibadah Haji, Hajar Aswad Dilarang Disentuh

Khalied Malvino

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Sederet Aturan Pelaksanaan Ibadah Haji, Hajar Aswad Dilarang Disentuh
Arab Saudi bakal melarang para jemaah haji mendekat ke Ka'bah dan menyentuh Hajar Aswad. (Foto: Akurat.co)

Winnetnews.com -  Kabar haji tahun ini menjadi banyak perbincangan umat Muslim di dunia, khususnya di Indonesia - negara dengan penduduk mayoritas Muslim di dunia. Pasalnya, pelaksanaan ibadah haji yang sempat tertunda, belum lama ini Arab Saudi mengubah kebijakan terkait hanya warga lokal yang boleh melaksanakan ibadah haji.

Arab Saudi kembali merilis kabar terbaru terkait larangan jemaah haji tahun ini perihal menyentuh Ka'bah dan Hajar Aswad yang menjadi ikon Masjidil Haram dan sudah dikenal beradad-abad.

Imbauan tersebut diterbitkan Kerajaan Arab Saudi menyusul protokol kesehatan yang wajib diikuti semua jemaah haji yang bermukim diwilayah Masjidil Haram. Dilansir CNN Indonesia, Seni (6/7), Raja Salman cs memang mengubah kebijakan pelaksanaan ibadah haji yang hanya bisa dilakukan secara terbatas.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi memutuskan protokol untuk meminimalisir tingginya infeksi virus corona dan memastikan kesehatan para jemaah. Kebijakan ketat tersebut berlaku di seluruh wilayah pelaksanaan ibadah haji  di Arab Saudi.

Pihak yang berwenang di Arab Saudi bakal menyekat para jemaah haji yang ingin masuk ke Mina, Muzdalifah, dan Arafah demi mencegah penyebaran virus corona. Tak lupa pemerintah Arab Saudi memasang aturan tertulis terkait protokol kesehatan di seluruh sudut area dengan ragam bahasa.

Arab Saudi juga mengatur kebijakan menghentikan penyebaran virus corona dengan mengurai kerumunan di lokasi Tawaf sekitar Ka'bah, yakni dengan cara semua jemaah haji agar menerapkan physical distancing sepanjang 1,5 meter.

Tempat Sa'i yang menjadi ritual perjalanan antara Bukit Safa dan Marwah ikut diberlakukan kebijakan protokol kesehatan. Nantinya, para jemaah haji harus berjalan mengikuti garis yang telah disediakan agar tetap menjaga jarak.

Bangunan Ka'bah, termasuk Hajar Aswad akan dipasang penghalang demi mengurangi para jemaah haji yang berdesakan untuk mendekat. 

Gelaran karpet di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan masjid lain yang banyak dikunjungi jemaah haji tidak dipasang. Para jemaah haji disarankan menggunakan alas pribadi untuk beribadah guna meminimalisir penyebaran virus corona.

Masker serta perlengkapan pelindung wajah yang sudah menjadi ketetapan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO wajib digunakan di lingkungan pelaksanaan ibadah haji. Pemeriksaan tubuh juga akan rutin dilaksanakan di berbagai penjuru wilayah.

Untuk lempar jumrah, penyelenggara harus mengatur tidak lebih dari 50 jamaah per kelompok yang masuk ke lokasi. Batu kerikil yang digunakan harus didesinfeksi lebih dahulu.

Arab Saudi menyatakan hanya akan menggelar ibadah haji dengan membatasi jumlah hingga 1.000 jemaah. Mereka yang boleh menunaikan ibadah haji adalah penduduk setempat dan orang asing yang sudah berada di Arab Saudi sebelum aturan itu dibuat.

Dalam kondisi normal, ada sekitar 2,5 juta umat Muslim yang menunaikan ibadah haji setiap tahun. Menteri Kesehatan Arah Saudi, Tawfiq al-Rabiah juga menjelaskan ibadah haji hanya dilakukan untuk jemaah berusia di bawah 65 tahun dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis.

Jemaah akan dites Covid-19 sebelum memasuki Mekkah dan harus menjalani karantina setelah ibadah. Kondisi kesehatan seluruh jemaah akan terus dimonitor setiap hari selama penyelenggaraan haji berlangsung. Setelah proses ibadah haji selesai, seluruh jemaah pun diwajibkan melakukan karantina mandiri.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...