Sederet Karya Habibie Pukau Bangsa Asing dan Tanah Air Sejak Dulu

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Sederet Karya Habibie Pukau Bangsa Asing dan Tanah Air Sejak Dulu BJ Habibie dengan pesawat buatannya. (Foto: Indopos)

Winnetnews.com - Begitu besar peran Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie terhadap kemajuan bangsa, khususnya di bidang industri dirgantara Indonesia. Tak sedikit pula karyanya yang dihargai bangsa lokal maupun asing.

Rekam jejak kesuksesannya terlihat dari ketika dirinya mendirikan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), cikal bakal pesawat terbang pertama produksi Indonesia. PTDI merupakan salah satu karya pria rendah hati kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini.

Direktur Utama (Dirut) PTDI, Elfian Goentoro mengungkapkan, sederet karya mendiang Habibie menjadi bukti jika bangsa ini mampu membuat pesawat terbang secara mandiri.

BJ Habibie mempresentasikan pesawat buatannya di depan pejabat tinggi luar negeri. (Foto: IDNTimes)

"Rekam jejak beliau, di samping pendiri PTDI yang berdiri 24 Agustus 1976. Beliau membuat terobosan bahwa produski (pesawat) itu dilakukan dari assembling sampai kita bisa mendesain pesawat sendiri," ujar Elfian, saat ditemui di kantor PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (11/9/2019).

Mengutip laman Detik.com, sejumlah peninggalan besar dalam bidang dirgantara untuk bangsa dimulai dari pembuatan pesawat NC 212-100 yang kini telah berhasil dikembangkan menjadi NC 212 I. Pesawat itu mampu mengangkut penumpang sebanyak 24 orang dan merupakan salah satu produk andalan PTDI.

"Sekarang menjadi NC 212 I itu, sudah autopilot yang masih andalan produk PTDI. Pesawat berpenumpang 24 itu adalah salah satu rekam jejak beliau," beber Elfian.

Kemudian, ada juga pengembangan pesawat CN 235 di mana setengah bagian dari pesawat itu dirancang bangun oleh putra putri bangsa di bawah komando BJ Habibie. Sementara sebagian lagi dibuat oleh perusahaan pembuat pesawat terbang asal Spanyol, Casa.

"Di dunia sudah ada 283 pesawat CN235. Itulah kontribusi awal bagaimana putra putri bangsa di Indonesia," ucapnya.

Paling membanggakan adalah rancang bangun pesawat N250. Pesawat karya anak bangsa itu menggunakan teknologi fly by wire dan sempat berhasil terbang di langit Indonesia.

Pesawat N-250 buatan BJ Habibie. (Foto: Tempo)

Namun sayang proyek pesawat N 250 gagal diteruskan karena pada tahun sekitar 1998-1999 Indonesia mengalami krisis moneter sehingga IMF memutuskan untuk menghentikan proyek tersebut.

"Kalau itu terus, mungkin Pesawat ATR tidak sebanyak ini dan N250 yang berterbangan di Indonesia. Sayang waktu itu negara kita dilanda krisis. Oleh IMF proyek itu diberhentikan," katanya.

Meski kini BJ Habibie telah berpulang, pihaknya bersama semua elemen di PTDI akan tetap membawa semangat beliau. Akan terus berupaya memajukan industri dirgantara dalam negeri agar bisa semakin berkembang ke depannya.

"Kita sebagai penerus memiliki semangat beliau. Terus bagaimana mengembangkan PTDI ini. Alhamdulillah dengan kemampuan sendiri sekarang bisa rancang bangun N219. Insya allah tahun ini tahap sertifikasi selesai dan tahun depan sudah mulai bisa diproduksi," ujarnya.

BJ Habibie menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019) pukul 18.05. Dia meninggal pada usia 83 tahun. Sejumlah pihak menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya salah satu putra terbaik Indonesia.

Apa Reaksi Kamu?