Sederet Pejabat Inggris Positif COVID-19
Foto: MSN.com

Sederet Pejabat Inggris Positif COVID-19

Sabtu, 28 Mar 2020 | 12:48 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Menteri Kesehatan (Menkes) Inggris Matt Hancock mengaku terinfeksi virus corona. Beberapa jam setelah Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson mengumumkan kondisi yang sama.

Melansir Kompas.com, Hancock menjadi pejabat kesehatan kedua yang terpapar setelah koleganya, Menteri Kesehatan Junior Nadine Dorries, pada awal Maret.

Dalam video yang diunggah ke Twitter, Hancock menerangkan bahwa dia segera menjalani tes virus corona setelah mengalami gejala ringan.

"Hasil tes saya positif. Jadi saya akan menjalani isolasi diri hingga Kamis pekan depan," terang Menkes Inggris 41 tahun itu.

Dilansir Channel News Asia, Jumat (27/3), dia bersyukur karena hanya diinstruksikan untuk istirahat di rumah dan bisa melakoni pekerjaannya.

"Terima kasih kepada pesan positif yang saya terima, tetapi saya lebih bersyukur karena NHS (Badan Kesehatan Inggris) siaga jika terjadi hal buruk," kata dia.

Beberapa jam sebelumnya, Perdana Menteri Boris Johnson juga mengonfirmasi bahwa dirinya terinfeksi Covid-19, penyakit yang diakibatkan corona.

Johnson menerangkan, dia mengalami gejala pada Kamis (26/3), sehari setelah hadir dalam sesi tanya mingguan Parlemen Inggris.

Ketua Partai Konservatif itu menekankan, dia masih bisa bekerja dan berkomunikasi dengan jajarannya untuk memerangi wabah.

Mantan Wali Kota London tersebut menjadi pemimpin negara besar pertama yang terinfeksi SARS-Cov-2, nama resmi virus itu.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau diminta menjalani karantina setelah istrinya Sophie Gregoire, terpapar virus yang pertama terdeteksi di Wuhan, China.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Kanselir Jerman Angela Merkel dilaporkan hasil tesnya negatif.

Hingga data Jumat, London telah mengonfirmasi 14.543 kasus positif, dengan 759 orang meninggal, dan 135 lainnya dinyatakan sembuh.

Awalnya, "Negeri Ratu Elizabeth" itu mengambil sikap lunak untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tidak seperti Italia yang merupakan negara paling terdampak.

Namun, pada Senin (23/3/2020), Boris Johnson mengambil sikap tegas dengan meminta publik diam di rumah dan menutup sektor usaha non-esensial.

Dia berubah sikap setelah hasil studi menunjukkan sekitar 250.000 orang bisa tewas jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...