Segala Sesuatu yang Perlu Diketahui Tentang <em>Whole Wheat</em>
ilustrasi

Segala Sesuatu yang Perlu Diketahui Tentang <em>Whole Wheat</em>

Rabu, 3 Jul 2019 | 12:04 | Rusmanto
Winnetnews.com - Ingin mengurangi risiko kematian dini dari segala macam penyakit sebesar 15 persen, hanya dengan membuat satu perubahan kecil pada menu makan Anda? Mulailah mengonsumsi whole wheat.

Bukan lagi rahasia umum bahwa kita seharusnya makan lebih banyak whole wheat, alias gandum utuh. Gandum utuh baik untuk tubuh (penuh serat, fitokimia, vitamin, dan mineral) — membantu mengontrol berat badan mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung, dan menurunkan kolesterol. Namun, kebanyakan dari kita makan kurang dari satu porsi gandum utuh setiap hari. Kenapa demikian?

Mungkin, beberapa informasi tambahan seputar apa itu whole wheat dan apa manfaatnya untuk tubuh dapat sedikit banyak membantu.

Whole wheat adalah biji-bijian utuh

Biji-bijian adalah benih dan buah dari tanaman sereal, seperti gandum, rye (gandum hitam), beras, oat, buckwheat (soba), beras merah atau cokelat, dan jelai, yang telah menjadi makanan pokok manusia selama ribuan tahun.

Kelompok biji-bijian ini termasuk tumbuhan yang efisien dalam mengubah sinar matahari, pupuk, air, dan oksigen menjadi makronutrien. Hasil akhirnya adalah benih tahan lama, dan dapat disimpan dalam jangka waktu panjang.

Dalam masa pra-industri, biji-bijian ini biasa dimakan utuh (whole wheat), tetapi kemajuan teknologi penggilingan dan pengolahan bahan baku menjadikan biji-bijian ini harus melewati proses pemisahan skala besar (dipipihkan, dipecahkan, digembungkan, atau digiling halus) sebelum bisa dikonsumsi, sehingga menghilangkan bagian kulit/dedak dan germ yang terlampir bersama benih tersebut — yang justru merupakan bagian biji paling kaya nutrisi.

Hasilnya, adalah tepung gandum atau terigu putih yang biasa Anda jumpai di supermarket atau warung terdekat, yang hanya terdiri dari pati. Produk tepung putih (seperti roti putih, nasi putih, pasta putih, mie, dan banyak sereal sarapan, makanan ringan, dan biskuit) dianggap sebagai refined grain. Dalam proses pembuatan tepung, lebih dari setengah dari kandungan vitamin B kompleks (B1, B2, B3) dan E, asam folat, kalsium, fosfor, zinc, tembaga, zat besi, dan serat hilang.

Sebuah gandum utuh baru bisa dikatakan whole wheat jika benih tersebut masih memiliki germ (bagian dalam dari benih yang mengandung asam lemak baik), endosperm (lapisan tengah, alias badan benih, yang diperkaya oleh karbohidrat dan protein, dan kemudian dilapisi oleh kulit, atau dedak (lapisan terluar dengan banyak serat, vitamin, dan mineral.

Gandum utuh bisa menjadi makanan sendiri, seperti oatmeal, nasi merah, selai, atau popcorn, atau digunakan sebagai bahan pendukung makanan, seperti tepung gandum utuh pada roti dan sereal berlabel “whole grain”.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...