Skip to main content

Seharusnya Jessica antara Marah, Sedih, Takut, dan Gugup

Seharusnya Jessica antara Marah, Sedih, Takut, dan Gugup
Seharusnya Jessica antara Marah, Sedih, Takut, dan Gugup

WinNetNews.com - Polisi menetapkan Jessica Kumala Wongso (27) sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin di gerai kopi.

Pakar lie detector, Handoko Gani, menganalisis ekspresi Jessica Kumala Wongso (27) yang dirangkum dari berbagai media. Handoko menganalisis berdasarkan micro-expression.

"Micro-expression adalah ekspresi asli yang berasal dari desakan otak. Ekspresi emosi yang paling jujur, tidak bisa diajak kompromi, bisa terjadi tanpa disadari, dan bisa cepat sekali muncul dan menghilang dalam 1/25 detik," kata Handoko dilansir Kompas.com, Minggu (31/1/2016).

Baca Juga: Ruang Tahanan Jessica Terbilang Layak

Melalui ekspresi ini, Jessica diposisikan sebagai seorang sahabat yang akan reuni dengan dua sahabatnya, kemudian sebagai seorang sahabat yang menyaksikan sahabatnya meninggal atau dibunuh.

Jessica juga diposisikan sebagai seorang yang terpojok oleh masyarakat karena menjadi terduga pelaku pembunuhan.

Kemudian, Jessica pun diberondong pertanyaan apakah dirinya menaruh racun sianida di dalam kopi Mirna.

Menurut Handoko, seharusnya reaksi Jessica antara marah, sedih, takut, dan gugup (membela diri atau dituduh).

"Saya selaku orang yang memang lulusan Forensic Emotion, Credibility and Deception menanti-nantikan emosi-emosi seperti disebutkan di atas. Namun, saya tidak menemukan tanda-tanda ekspresi dari empat emosi tersebut di banyak interview Jessica dengan media yang kemudian ditayangkan di dunia maya," kata Handoko.

Baca Juga: Inilah Pendapat Pakar Ekspresi Mikro Soal Eksresi Jessica

Peraih gelar master dari Asian Institute Management (AIM) Filipina tersebut mengatakan, Jessica tidak menunjukkan lonjakan emosi ketika menjawab berbagai pertanyaan wartawan dalam berbagai kesempatan.

Sejatinya, seorang sahabat yang baru kehilangan sahabatnya, bahkan menyaksikan sahabatnya meninggal dibunuh, akan menolak menemui media.

"Emosi itu seharusnya pasti masih ada. Bukannya udah 'gitu aja', udah 'gitu ceritanya' dan 'let's move on'," kata Handoko.

Dilansir dari laman tribunnews

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top