(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sehat Meski Obesitas ? Mitos ataukah Fakta ?

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Sehat Meski Obesitas ? Mitos ataukah Fakta ?

WinNetNews.com – Ada yang beranggapan bertubuh gemuk itu mempunyai hidup yang bahagia dan sebagian orang lagi mengklaim bisa tetap sehat meski memiliki tubuh gemuk. Padahal, menurut sebuah penelitian, tetap sehat dengan badan kegemukan atau obesitas hanyalah mitos belaka.

Profesor kedokteran di University of Toronto mengatakan, data menyebutkan penambahan berat badan tetap berdampak pada peningkatan laju kematian serta risiko penyakit jantung dan stroke. Sekalipun seseorang tidak memiliki kelainan metabolik, risiko tersebut tetap meningkat. Menurut studi yang dimuat dalam jurnal Annals of Internal Medicine tersebut, orang obesitas yang tampaknya memiliki metabolisme yang sehat akan memiliki faktor risiko yang memburuk seiring waktu.

David Katz, direktur Yale University Prevention Research Center yang tidak terlibat dalam penelitian mengaku sepakat dengan temuan tersebut. Menurutnya, orang perlu mulai memberikan perhatian pada paradoks obesitas.

"Sebagian orang gemuk kelihatan sehat karena penambahan berat badan tidak selamanya berberbahaya. Namun seiring waktu, faktor risikonya dapat meningkat, seperti mulai terjadi insensitivitas insulin yang menyebabkan pankreas bekerja lebih berat mengeluarkan insulin," jelasnya.

Kadar insulin yang lebih tinggi, lanjutnya, dapat mempengaruhi hormon lain dalam tubuh yang menyebabkan inflamasi. Hormon lainnya pun terpengaruh, dan meningkatkan tekanan darah. Disfungsi liver juga mempengaruhi kadar Kolesterol darah.

Menurut Katz, secara umum, orang yang berusaha lebih sehat cenderung untuk mengurangi kadar lemak dalam tubuhnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});