(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sejumlah 87% Ponsel Android Ternyata Tidak Aman

Rusmanto
Rusmanto

Sejumlah 87% Ponsel Android Ternyata Tidak Aman

WinNetNews.com - Para peneliti Inggris membuktikan bahwa perangkat Android sangatlah berbahaya bila ditinjau dari segi keamanan data. Dan hal ini bukanlah sebuah lelucon, tetapi sudah melalui penelitian mendalam.

Riset ini dilakukan oleh para peneliti dari University of Cambridge pada beberapa perangkat. Mereka menganalisis lebih dari 20.000 smartphone dari berbagai merek dan menemukan bahwa 87,7% perangkat Android yang diteliti dikategorikan rentan terhadap paling tidak satu jenis kerentanan yang kritis.

Menurut Kaspersky Lab yang mengungkapkan data tersebut, hal mengerikan ini muncul sebagai fakta tambahan dari sebuah penelitian yang pada awalnya bertujuan untuk menemukan perangkat jenis apa yang memiliki tingkat keamanan terbaik.

"Penelitian ini dilakukan dengan bantuan orang–orang biasa dengan smartphone mereka masing–masing. Para peserta menyetujui penggunaan aplikasi khusus bernama Device Analyzer dari Google Play. Aplikasi ini membantu untuk mengetahui seberapa tahankah smartphone terhadap serangan yang berdampak luas dengan cara mengirimkan data ke perangkat lunak di masing-masing perangkat," lanjut Kaspersky, dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2015).

Tidak semua kerentanan diperhitungkan melainkan hanya yang benar-benar mengeksploitasi secara nirkabel. Dari kesemuanya ada 32 jenis yang kritis, namun hanya 11 bug yang bisa diterapkan ke semua perangkat, dan diperhitungkan sepanjang percobaan untuk menghasilkan hasil yang adil.

Untuk mengukur tingkat keamanan dari berbagai vendor Android, tim peneliti Cambridge memperkenalkan indeks FUM. Singkatan ini bermakna sebagai berikut:

- F (free): Perangkat yang bebas dari kerentanan kritis setelah melewati pengujian.

- U (update): Perangkat dari vendor tertentu, yang menggunakan versi terbaru dari Android.

- M (mean): Rata–rata jumlah kerentanan unpatched di smartphone yang tidak mendapatkan pembaharuan dari vendor tertentu.

 

Dalam jangka waktu 4 tahun (dari Juli 2011 hingga 2015), tingkat mean dari indeks FUM untuk seluruh perangkat Android mengalami penurunan yang mengerikan –2,87 dari 10. Smartphone yang paling aman, seperti diperkirakan, adalah Google Nexus. Hal ini tentunya tidaklah mengherankan mengingat Google memperhatikan patching terhadap perangkatnya sendiri.

"Namun ada hal yang cukup meresahkan dari penelitian ini yaitu pengecualian secara sengaja terhadap smartphone jenis Huawei, Lenovo dan Xiaomi. Meskipun merek–merek ini menurut IDC analytics menduduki posisi kedua, ketiga dan keempat dalam peringkat penjualan terlaris smartphone Android," ungkap Kaspersky.

Memang, harus diakui juga jika penelitian ini belum dapat dikategorikan sebagai sebuah penelitian yang adil dan mutakhir, namun hal ini tidaklah mengurangi tingkat kepentingan dari penelitian tersebut. "Para peneliti mampu menyajikan gambaran holistic (dan mungkin suram) dari ekosistem keamanan dan memberikan perhatian khusus kepada permasalahan umum di domain infosec," Kaspersky menambahkan.

"Kita harus mengakui bahwa Android merupakan sistem yang sangat rentan. Hal ini akan terus seperti itu, kecuali Google mengubah OS serta model distribusi untuk memungkinkan adanya mekanisme update yang simultan, regular serta vendor-agnostic untuk memudahkan pengguna dalam pengurusan keamanan perangkat mereka," lanjutnya.

Namun hal apakah yang dapat dilakukan oleh para pengguna untuk meyakinkan bahwa perangkat mereka terlindungi?

Berikut beberapa tips mudah dari Kaspersky Lab:

  1. Pasang pembaharuan (update) sesegera mungkin bila sudah tersedia. Jangan menunda apalagi mengabaikannya.
  2. Unduh aplikasi yang berasal dari sumber terpercaya dan berhati–hatilah terhadap situs yang nakal. Hal ini tidak menjamin Anda terhindar dari masalah keamanan, namun cara tersebut merupakan salah satu cara untuk menghindari beberapa ancaman tertentu.
  3. Gunakan solusi keamanan–bila vendor smartphone Anda lambat dalam melakukan patch keamanan serta menyelamatkan penggunanya dari eksploitasi, perusahaan antivirus mungkin dapat melakukannya dengan lebih baik.
  4. Dan cobalah untuk selalu mendapatkan informasi terbaru: bacalah berita – berita mengenai keamanan. Jika tidak, maka Anda tidak akan pernah tahu, sebagai contoh, lebih baik menonaktifkan pengunduhan MMS standar untuk menghindari masalah yang terkait dengan kerentanan Stagefright.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});