Sejumlah Aksi Demo Digelar Jelang Kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi
istimewa

Sejumlah Aksi Demo Digelar Jelang Kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi

Rabu, 7 Mar 2018 | 15:33 | Rusmanto

WinNetNews.com - Inggris akan kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) yang akan tiba pada Rabu (7/3) waktu setempat. Sejumlah aksi demo digelar menjelang kedatangan putra Raja Salman itu.

Para demonstran memprotes pejabat-pejabat Saudi terkait konflik di Yaman dan pelanggaran-pelanggaran HAM lainnya. Konflik Yaman telah menewaskan sekitar 10 ribu orang dan menyebabkan 8,3 juta orang bergantung pada bantuan pangan, serta 400 ribu anak-anak mengalami malnutrisi yang membahayakan jiwa. 

Salah satu aksi demo berlangsung di London tengah pada Selasa (6/3) waktu setempat, dengan para demonstran membawa spanduk-spanduk yang memprotes MBS dan Saudi. Dalam dua hari terakhir, bus-bus dengan banner-banner yang menuding MBS melakukan kejahatan perang, juga telah berkeliling London dalam dua hari terakhir. Lawatan MBS ke Inggris ini dilakukan usai kunjungannya ke Mesir. 

Para demonstran juga berencana akan berkumpul di luar kantor Perdana Menteri di Downing Street, London pada Rabu waktu setempat. "Vital bagi orang-orang untuk datang ke aksi protes besok guna menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah Inggris dalam perang di Yaman, tidak didukung oleh publik dan kami menuntut kebijakan luar negeri yang damai dan manusiawi," cetus Lindsey German, aktivis dari organisasi Stop the War Coalition.

Mengawali kunjungan di Inggris, MBS akan menghadiri makan siang bersama Ratu Elizabeth, ditambah dengan agenda-agenda lainnya termasuk pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May. Lawatan MBS ke Inggris ini dilakukan usai kunjungannya ke Mesir. 

Juru bicara May menyatakan, PM May akan membahas masalah Yaman dalam pertemuan dengan MBS. "Anda bisa berharap mereka akan membahas Yaman, dan perdana menteri akan mengangkat keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan," ujar juru bicara May seperti dilansir media Independent, Rabu (7/3/2018).

"Dia juga akan menekankan bagaimana seriusnya kami menanggapi tuduhan-tuduhan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional," imbuhnya.

"Dia akan memperjelas bahwa kita perlu segera melihat kemajuan dalam jalur politik, yang pada akhirnya merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan konflik dan penderitaan manusia di Yaman," tuturnya.

Seperti diketahui, Saudi hingga saat ini masih terlibat dalam serangan-serangan militer terhadap pemberontak Houthi di Yaman. Pada Januari lalu, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa konflik Yaman merupakan krisis kemanusiaan terparah di dunia. (detikcom)
 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...