(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sekarang Jalan Jenderal Sudirman Makin Gersang dan Macet

Oky
Oky

Sekarang Jalan Jenderal Sudirman Makin Gersang dan Macet sumber foto : istimewa

Winnetnews.com - Rindangnya pepohonan serta lapangnya jalan yang semula dapat dinikmati di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, kini mendadak hilang. Sejumlah pohon besar ditebang, lajur jalan pun ditutup dengan alasan kepentingan pembangunan.

Tidak ramahnya Jalan Sudirman sudah terasa sesaat melintasi Hotel Sahid, menuju Wisma BNI 46, Kamis (8/3/2018) menjelang sore. Walau jarum jam belum menunjukkan jam padat pulang kerja, kemacetan sudah sangat terasa.

Saat berkendara, penyebab utama kemacetan khususnya jalur lambat Jalan Sudirman, diketahui berasal dari penutupan satu dari tiga lajur jalan, karena adanya proses penebangan pohon.

Barisan road barrier lengkap dengan seng penutup jalan mengelilingi median jalan yang semula berdiri pepohonan besar.

Penyempitan jalan mengakibatkan antrean panjang kendaraan, hingga mengarah ke Jalan KH Mas Mansyur, Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Parahnya, tidak ada anggota kepolisian yang mengatur lalu lintas, khususnya perpindahan pengendara dari jalur cepat menuju jalur lambat.

Berhenti sejenak, Kami melihat lebih dekat kondisi median jalan yang kini tertutup rapat seng. Seluruh pohon terlihat telah ditebang pada bagian dahan dan batang utamanya, namun bagian pangkal dan akar masih tegak berdiri.

Di tengah ramainya suara klakson kendaraan serta pengendara yang saling salip, tidak terlihat ada satu pun pengerjaan. Sejumlah petugas dari PT Jaya Konstruksi yang ditemui, justru terlihat bersantai bermain ponsel di lajur jalan yang kini telah ditutup.

"Udah pasti enggak enak (nyaman) lah, pohonnya dihabisin. Tapi kan katanya mau dibangun trotoar terus ditanam lagi pohon gede, kalau bener sih bagus, jangan kayak di (Jalan) Fatmawati. Dulu itu sepanjang jalan adem banget, sekarang amit-amit," ungkap Yanti (37), staf Hotel Sahid, Kamis (8/3/2018).

Dirinya pun menunjukkan teduhnya bayangan gedung-gedung perkantoran yang menurutnya mengurangi dampak panasnya lingkungan.

"Kalau enggak ada pasti panas, terus gerah banget pasti. Kalau keinginan warga biar cepet aja dikelarin, jangan dimaenin. Lagian kenapa ditebang duluan sih, kan belum mau dibangun (trotoar), bukannya Senayan dulu ya?" tanyanya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});