(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sekawan Dan Beberapa Broker Terkait Rumor 'Goreng Saham'

Rusmanto
Rusmanto

Sekawan Dan Beberapa Broker Terkait Rumor 'Goreng Saham'

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memanggil manajemen PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) bersama para broker terkait rumor 'goreng' dan gadai saham. Kemarin, saham Sekawan sudah dihentikan sementara (suspen). Hari ini, suspensi sudah dibuka dan saham Sekawan bisa diperdagangkan lagi.

"Hari ini sudah dibuka, cooling down satu hari. Intinya begini, saham apa pun juga itu sebenarnya ada di AB (Anggota Bursa). AB harus menerapkan KYC (know your customer), nasabahnya siapa, jadi mesti tahu. Kita dari SRO mengharapkan adanya KYC, jadi transaksinya wajar, jadi siapa pun dia yang melanggar akan kita berikan sanksi," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Alpino Kianjaya, di Gedung BEI, SCDB, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2015).

"Dalam hal ini kita masih koordinasikan dengan OJK. Kita masih lakukan investigasi, yang trading saham siapa saja, ada nggak manipulasi saham. Itu kita dari tim pengawasan sedang melakukan itu, penyelidikan," tambahnya.

BEI pun sudah memangil para AB yang terlibat dalam transaksi tersebut. Sayangnya, Alpino tidak membocorkan nama-nama AB yang dipanggil tersebut. Kabarnya, para AB dan Sekawan ini akan dikumpulkan Jumat ini.

"Kita sudah memanggil AB yang terlibat dalam transaksi tersebut. Saya tidak ingat (nama-nama AB), sebenarnya sah-sah saja AB melakukan transaksi di BEI tapi yang sangat kita concern transaksi tersebut wajar atau nggak. Artinya begini, kami anggap tidak wajar kalau ada manipulasi, yang transaksi jual beli jual beli seputar mereka-mereka saja, itu tidak wajar menurut kami," ujarnya.

Salah satu broker ada yang gagal settlement saham Sekawan sehingga disinyalir ada aksi 'goreng' saham. Menurutnya, jika sampai terbukti ada pelanggaran, maka AB tersebut akan diberi sanksi.

"Jadi AB harus memperhatikan transaksi nasabahnya agar wajar. Itu benar-benar kita tindak tegas, jadi jangan terulang lagi kejadian sebelumnya. Sekarang kita benar-benar perhatikan, kita tidak tolerir, siapa pun dia," katanya.

Akibat rumor gadai saham, goreng saham, hingga forced sell tersebut ketika ada salah satu broker yang gagal settlement di pasar negosiasi dianggap ada hubungannya dengan isu ini.

"Saya tidak sebut di sini, masih minta klarifikasi kita, investigasi. Mereka pun selama MKBD cukup dan lakukan KYC yang benar ya nggak akan terjadi. Kalau MKBD kurang terus ada penundaan pembayaran ya maka akan drop, menyebabkan disuspen. Terus terang kita sebagai SRO, mau market kita pruden dan wajar. Kita nggak mau ada kejadian yang dimanipulasi, transaksi semu," ujarnya.

disadur dari detik

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});