Sekian Lama Tak Beroperasi, Bus Zhongtong Masih Diragukan

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Sekian Lama Tak Beroperasi, Bus Zhongtong Masih Diragukan Ilustrasi bus TransJakarta. [Foto: Tempo]

Winnetnews.com - Bus TransJakarta (TJ) merk asal China, Zhongtong, yang sempat tak beroperasi cukup lama, kini hadir kembali dengan kondisi baru, pada Jum’at pekan lalu. Namun, banyak kabar menyebutkan bus Zhongtong itu merupakan hasil rekondisi atau bus lama yang diperbaiki untuk digunakan kembali.

Merespon informasi tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Agung Wicaksono langsung menampiknya. Ia mengungkapkan jika semua bus Zhongtong yang disediakannya ini murni bus dengan kondisi baru.

"Itu semua (bus Transjakarta Zhongtong) baru," katanya seperti dikutip CNN Indonesia, Rabu (16/10).

Menurut Agung pengadaan bus Zhongtong diserahkan sepenuhnya kepada Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), selaku penyedia bus. Ia tidak mau banyak berbicara soal jumlah unit bus China yang kembali digunakan sebagai armada TJ.

"Silakan tanya ke PPD saja ya," singkat dia.

Penampakan bus Zhongtong. [Foto: Tempo]

Terkait perawatan selama digunakan sebagai armada TJ, Agung menyebut bakal menjadi urusan Agen Pemegang Merek (APM) Zhongtong. Lebih dari itu Agung tidak ingin memberikan jawaban.

"Ya ada APM-nya kok," ucap Agung yang enggan menjelaskan bus dalam kondisi baru didatangkan dari China atau bus baru namun didiamkan selama ini.

Bus merek Zhong Tong sebelumnya pernah dioperasikan pertama kali melalui kontrak bersama Perum PPD pada 2013. Pengoperasian bus tersebut didasari keputusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Beroperasi selama lebih kurang dua tahun, bus itu kemudian dihentikan operasinya pada 2015 oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu. Menurut Ahok bus-bus asal China tidak laik jalan berdasarkan rangkaian kejadian kebakaran serta mogok.

Dirut PT TransJakarta, Agung Wicaksono. [Foto: rmco.id]

Pada 2018, Budi Kaliwono yang pernah menjabat sebagai Dirut TJ mengakui armada bermasalah adalah bus China. Selain itu Zhongtong juga tidak memiliki APM. Oleh sebab itu, bus Zhongtong diganti menggunakan merek ternama seperti Scania dan Mercedes-Benz.

"(Bus) China tidak jelek, cuma itu tidak ada agen untuk perawatan. Bus Scania kuat, Mercedes-Benz kuat. Jadi karena tidak punya perawatan (bus China di Indonesia), kami tidak bisa maksimal," beber Budi.

Apa Reaksi Kamu?