Sekian Lama Tak Beroperasi, Bus Zhongtong Masih Diragukan

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Sekian Lama Tak Beroperasi, Bus Zhongtong Masih Diragukan Ilustrasi bus TransJakarta. [Foto: Tempo]

Klaim PPD bus Zhongtong aman

Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) mengklaim seluruh armada bus TJ merek Zhong Tong telah memenuhi standar keamanan penumpang.

"Sudah sangat dinyatakan aman. Kami tinggal menunggu pihak Transjakarta untuk memeriksa unit kami yang ingin dioperasikan," kata Manager Operation Perum PPD, Hendri Dunan di Jakarta, dikutip Antara pada Rabu (16/10).

Bus asal China ini hasil pengadaan 2016, jumlahnya 59 unit. Sebanyak 21 unit di antaranya telah beroperasi kembali sejak Jumat (11/10). Sementara sisanya masih tersimpan di pul PPD, Jalan Raya Bekasi, Pulogadung, Jakarta Timur.

Hendri mengatakan klaim kelaikan dan keamanan armada meliputi pengadaan sepuluh unit alat pemadam api ringan (Apar) yang tersimpan empat unit di kabin penumpang, satu unit di bawah kursi supir dan lima unit alat pemadam api otomatis di mesin bus.

Manager Operation PPD, Hendri Dunan. [Foto: Warta Kota]

"Apar akan bekerja secara otomatis jika ada percikan api atau perubahan suhu yang sangat ekstrem di dalam ruang mesin, dia langsung menyemprot," katanya.

Selain itu, di dalam ruang mesin juga dipasang kamera pengawas (CCTV) untuk melihat kinerja mesin serta aspek keamanannya.

"Kita juga menyiapkan tangga darurat jika terjadi keadaan darurat," katanya.

Bus ini beberapa kali terbakar, di antaranya pada Maret 2015 lalu saat melintas di depan gedung PMI, Jalan Gatot Soebroto.

Komponen kelistrikan yang buruk diduga jadi penyebab bus Zhongtong kerap terbakar. PT Transportasi Jakarta lantas meninggalkan bus-bus yang dianggap tidak aman dan beralih ke merek bus lain yang lebih aman dan nyaman untuk masyarakat.

Ahok pun mengganti bus Transjakarta dengan merek asal Eropa, seperti Mercedes Benz, Scania, dan Volvo, serta perusahaan otomotif asal Jepang, Hino.

Bus Zhongtong diputuskan kembali beroperasi setelah BANI mengeluarkan keputusan atas dasar masa kontrak kerja sama PPD yang belum tuntas.

Apa Reaksi Kamu?