Sekjen API Sebut Kasus Haris Azhar Menunjukkan Kegagalan Negara Bela Hak Sipil

Sekjen API Sebut Kasus Haris Azhar Menunjukkan Kegagalan Negara Bela Hak Sipil

Rabu, 10 Agt 2016 | 12:08 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com -  Aliansi Petani Indonesia (API), menilai laporan yang dilakukan oleh tiga institusi negara TNI, Polri dan BNN terhadap Koordinator Kontras, Haris Azhar menunjukkan kegagalan negara dalam membela kepentingan umum dan hak-hak sipil.

"Padahal ini bukan zamannya lagi kepentingan pemodal dan penguasa bisa membungkam suara masyarakat," kata Sekjen API Muhammad Nurudin di Sekretariat KPA, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Seperti diketahui, Haris Azhar dilaporkan ke Bareskrim Polri karena mempublikasikan tulisan dari hasil wawancaranya dengan terpidana mati Freddy Budiman yang berjudul "Cerita Busuk dari Seorang Bandit: Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)".

Dalam tulisan yang telah menyebar luas melalui media sosial itu, Freddy mengaku memberikan uang ratusan miliar rupiah kepada penegak hukum di Indonesia untuk melancarkan bisnis haramnya di Tanah Air.

"Dalam hitungan saya selama beberapa tahun kerja menyelundupkan narkoba, saya sudah memberi uang Rp450 miliar ke BNN. Saya sudah kasih Rp90 miliar ke pejabat tertentu di Mabes Polri. Bahkan saya menggunakan fasilitas mobil TNI bintang dua," kata Freddy dalam tulisan Haris seperti dikutip dari laman Facebook Kontras.

Dalam laporan tiga institusi negara itu, Haris dikenai sangkaan melanggar Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pencemaran nama baik.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...