Sekjen FUI Tentang ‘The Santri’: Bentuk Liberalisasi Akidah dengan Kedok Toleransi Agama

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Sekjen FUI Tentang ‘The Santri’: Bentuk Liberalisasi Akidah dengan Kedok Toleransi Agama Al Khaththath (summber: CNN Indonesia)

Winnetnews.com - Setelah mendapat kecaman dari menantu Habib Rizieq, film ‘The Santri’ kembali mendapat pergolakkan dari tokoh Islam lainnya. Kali ini kritik datang dari Sekjen Forum Umat Islam (FUI). Kritik FUI dilontarkan pasca menyaksikan beberapa adegan dari trailer yang dirilis.

Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Khaththath menyampaikan jika FUI keberatan dengan beberapa adegan dalam film besutan Livi Zheng tersebut. “Pertama itu pada adegan dua orang Muslim yang masuk ke gereja. Kedua pada adegan dua orang yang bukan mahram berdua-duaan,” ungkap Khaththath, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (23/09).

Khaththath berujar jika dua adegan tersebut hukumnya haram dalam Islam, khususnya adegan yang menampilkan Muslim masuk ke rumah ibadah agama lain.

“Mazhab Syafi’i yang digunakan oleh banyak pesantren di Indonesia itu juga mengharamkan tindakan-tindakan seperti itu,” jelas Khaththath.

Ia menduga ‘The Santri' sebagai upaya liberalisasi akidah dengan menggunakan kedok toleransi agama. Padahal, menurutnya, toleransi bergama dalam Islam sudah memiliki konsep universal yang dijelaskan dalam Surah Al Kafirun Ayat 6.

Terkait dengan dua adegan dua muda-mudi yang bukan mahram, menurut Khaththath, adalah sebuatu bentuk liberalisasi akhlak di lingkungan pesantren. “Tidak pernah saya dapati ada pesantren yang seperti itu. Selama ini pesantren selalu menjunjung tinggi nilai akhlak dan batasan dalam pergaulan,” celetuk Khaththath.

Khathath juga menyampaikan bahwa Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 7 tahun 2005 tentang Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme perlu disosialisasikan lagi ke masyarakat agar akidah dan akhlak umat Islam tetap terjaga.

Kritik dari berbagai ormas Islam ini kemudian ditanggapi oleh Wasekjen PBNU Imam Pituduh dengan dalih menjaga kebhinekaan Indonesia.

“Adanya adegan santri masuk gereja itu dilatarbelakangi oleh tradisi dan kebiasaan pesantren, yakni ater-ater. Tradisi tersebut berupa pembagian makanan kepada orang lain, baik sesama muslim maupun non-muslim di Bulan Ramadhan. Dengan begitu kita bisa menunjukkan adanya semangat kebhinekaan dan toleransi antar agama di Indonesia,” pungkasi Imam.

Apa Reaksi Kamu?