Sekjen PPP Peringatkan Hanum Rais Tidak Sebar Hoaks Tentang Wiranto
Foto: Tribunnews

Sekjen PPP Peringatkan Hanum Rais Tidak Sebar Hoaks Tentang Wiranto

Senin, 14 Okt 2019 | 10:05 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembanguan (PPP) Ade Irfan Pulungan mengecam pernytaan putri Ketia Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Hanum Rais, yang dinilai menyindir insiden penusukan Mentero Politik Hukum dan Keamanan Wiranto sebagai sebuah settingan.

Ade menyebut jika hal tersebut bukan merupakan kali pertama. “Dulu Hanum kan ikut dalam aksi penyebaran hoax Ratna Sarumpaet. Kali ini ia berusaha menyebarkan hoaks dan tuduhan tidak terbukti kepada Wiranto,” ungkap Ade, dilansir dari CNN Indonesia, Senin (14/10).

image0
Ratna Sarumpaet (foto: Media Indonesia)

Tuduhan Hanum ini menurut Ade harus diproses secara hukum agar bisa menimbulkan efek jera. Apalagi sekarang Hanum merupakan anggota DPRD di Yogyakarta yang harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Kepada Hanum saya sarankan untuk tunjukkan prestasi jika ingin terkenal, jangan fitnah sana sini. Hal itu jelas dosa dan melanggar hukum,” kata Ade.

Sebelumnya, Hanum Rais berkicau di Twitter pada Jumat (11/10) dengan menuduh bahwa insiden penusukan Wiranto merupakan sebuah sandiwara untuk menarik atensi publik agar dana deradikaslisasi bisa diturunkan.

Hal ini kemudian membuat Hanum dipolisikan. Tidak hanya hanum, drummer Superman Is Dead Jerinx dan Jonru Ginting dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas unggahan di media sosial. Laporan ini dibuat oleh seseorang bernama Jalaludin. Tidak hanya ketiga orang tersebut, Jalaludin juga melaporkan dua orang lainnya yaitu Bhagavad Samabhada dan Hilan Kazuya Shimura.

Kuasa hukum Jalaludin, Muanas Alaidid menyampaikan jika terdapat lima akun media sosial yang dilaporkan ke polisi, yakni tiga akun Twitter dan dua akun Facebook. Tiga akun Twitter diantaranya @hanumrais (Hanum Salsabiela Rais), @JRX_ID (I Gede Ari Astina/Jerinx), dan @fullmoonfolks (Bhagavad Samabhada). Sedangkan dua akun Facebook yang dilaporkan adalah Jonru Ginting dan Gilang Kazuta Shimura.

Laporan Jalaludin juga menyertakan barang bukti berupa screenshot atas unggahan yang berisi berita-berita bohong dari kelima akun tersebut. Laporan tersebut diterima kepolisian dengan laporan LP/6558/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus pada tanggal 11 Oktober silam.

Kelima orang ini dialporkan atas tuduhan tindak pidana menyebarkan informasi bermuatan SARA melalui media elektronik. Mereka dijerat Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...