Selain Mandi Junub Setelah Jimak, Rasulullah Juga Menganjurkan Ini

Rusmanto
Rusmanto

Selain Mandi Junub Setelah Jimak, Rasulullah Juga Menganjurkan Ini ilustrasi

Winnetnews.com - Bersenggama atau melakukan hubungan suami-istri merupakan suatu kebutuhan batin pagi setiap pasangan. Hal ini merupakan salah satu cara menyalurkan rasa cinta terhadap pasangan dan merupakan suatu bentuk kasih sayang serta merupakan suatu nafkah batin yang suami berikan untuk istrinya. Bahkan Islam sudah mengatur semuanya yang sudah menjadi fitrah setiap manusia.

Allah Swt. berfirman: "Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja yang kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan membawa-Nya. Dan berilah kabar gembira untuk orang-orang yang beriman." (QS. Al-Baqarah: 223)

Rasulullah juga menganjurkan bagi setiap suami untuk menggauli istrinya. Hal itu beliau katakan saat seorang sahabat bertanya tentang dirinya yang tidak menggauli istrinya. Rasulullah bersabda: "Gaulilah istrimu sesuai yang kamu inginkan, berilah ia makan sesuai yang kamu makan, dan beri pakaian seperti kamu berpakaian, jangan mencampakkan wajahnya dan jangan pula memukulnya." (HR. Abu Daud)

Meski Rasulullah menganjurkan bagi setiap suami untuk menjimak istrinya, ada hal-hal yang perlu diperhatikan setelah melakukan kegiatan jimak.

Melansir dari ummahhelpline.com, malam hari merupakan waktu yang biasa dilakukan setiap pasangan suami-istri berjimak. Namun ada tiga waktu yang memungkinkan untuk berjimak yaitu habis isya tengah malam dan menjelang salat subuh. Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kalian miliki, serta orang-orang yang belum balig di antara kalian, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu, sebelum salat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu pada tengah hari dan sesudah salat isya. (Itulah) Tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. An-Nur: 58)

Dilansir dari aboutislam.net, Rasulullah menganjurkan kepada setiap umatnya untuk mandi junub dan berwudu setelah melakukan hubungan suami-istri. Rasululah menganjurkan junub karena saat orang menunda mandi junubnya Malaikat Rahmat tidak akan mendekati rumah yang di dalamnya ada orang yang belum bersuci. Bagi orang yang sudah melaksanakan mandi junubnya Rasulullah juga menganjurkan untuk berwudu.

Seperti telah ditegaskan dalam sabdanya dari Ibnu Umar bahwa Umar bin Al Khatabbertanya kepada Rasulullah, "Apakah boleh seorang di antara kami untuk tidur sedangkan ia dalam keadaan junub?" Rasulullah menjawab: "Iya, jika salah seorang di antara kalian telah junub, hendaklah ia berwudu lalu tidur." (HR. Bukhari dan Muslim)

Juga dijelaskan dalam hadis lain, dari Aisyah beliau berkata, "Rasulullah biasa jika sudah dalam keadaan junub saat hendak tidur, beliau mencuci kemaluannya lalu berwudu, sebagaimana wudu untuk mendirikan salat." (HR. Bukhari)

Dalam kitab Syarah Umadatu Hakam karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di menjelasakan disunahkan untuk berwudu setelah mandi junub. Dan jika tidak berwudu berati telah meninggalkan yang utama, sebab wudu sebelum tidur lebih utama sebab dalam keadaan tidur ruh kita akan bersujud kepada Allah, sedangkan orang yang hanya junub tanpa wudu ruhnya tidak sampai untuk bersujud kepada Allah.

Allah berfirman: "Allah memasukkan jiwa (orang) mencampur matinya dan (puncak) jiwa (orang) yang belum mati di tempat tidurnya, Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang SItas itu berisi tanda-tanda Tuhan Allah bagi kaum yang berpikir." (QS. Az-Zumar: 42)

Itulah anjuran Rasulullah kepada umatnya setelah melepas jimak. Rasulullah menganjurkan untuk berwudu, karena saat tidur ruh kita akan menghadap Allah dan jika Allah menakdirkan akan mencabut nyawa kita saat tidur, tapi kita sudah berwudu maka kondisi demikian sudah dalam keadaan sudah bersuci.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di owl.opera.com dengan judul "Selain Mandi Junub, Rasullulah Menganjurkan Ini Setelah Jimak, Apa Ya?"
 

Apa Reaksi Kamu?