Skip to main content

Selama di Singapura Hartawan Aluwi Tidak Pernah Merasa Tenang

Selama di Singapura Hartawan Aluwi Tidak Pernah Merasa Tenang
Selama di Singapura Hartawan Aluwi Tidak Pernah Merasa Tenang

WinNetNews.com - Selama melarikan diri ke Singapura, kehidupan yang dijalani terpidana kasus Bank Century tidak pernah tenang.

Ia merasa was-was dalam pelariannya karena mencoba meloloskan diri dari jeratan hukum di Indonesia.

"Yang pasti Beliau merasa tidak tenang. Beliau bilang, takut akan keselamatan dirinya dan keluarganya," ujar pengacara Hartawan, Joko Sulaksono saat dihubungi, Minggu (24/4/2016) malam.

Joko mengatakan, sebenarnya Hartawan sudah lama berniat menyerahkan diri ke Kejaksaan Agung dan kembali ke Indonesia. Namun, ia takut hal itu akan berdampak buruk pada keluarganya.

Belum sempat menyerahkan diri, Hartawan dideportasi ke Indonesia. Sejak Februari 2016, izin tinggal tetap Hartawan di Singapura memang dicabut dan tidak diperpanjang oleh Pemerintah Singapura.

Di sisi lain, paspor Hartawan juga telah habis sejak 2012.

Dengan dieksekusinya Hartono, saat ini buronan terkait kasus Century tinggal dua, yakni Anton Tantular dan Hendro Wiyanto.

Anton merupakan pemegang saham PT Anta Boga Delta Sekuritas Indonesia, sedangkan Hendro menjabat direktur eksekutif. Keduanya dikabarkan juga melarikan diri ke Singapura.

Namun, menurut Joko, kliennya tidak pernah berkomunikasi dengan kedua buron tersebut.

"Selama di Singapura, pak Hartawan tidak pernah bertemu dan komunikasi dengan Anton Tantular dan Hendro Wiyanto," kata Joko.

Dalam kasus ini, Hartawan diduga menggelapkan dana nasabah kasus Century dengan dalih investasi. Kasus ini merugikan negara Rp 3,11 triliun.

Hartawan divonis in absensia dengan hukuman penjara 14 tahun pada 28 Juli 2015. Namun, saat vonis dibacakan, Hartawan sudah kabur dari Indonesia.

disadur dari situs kompas

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top