Selama Ini Warga Dibodohi, Masuk Ancol Disuruh Bayar

Selama Ini Warga Dibodohi, Masuk Ancol Disuruh Bayar sumber foto : istimewa

Winnetnews.com - Bertambahnya ruang terbuka publik di Ibukota, tentunya menjadi harapan besar bagi warga Jakarta. Salah satunya, dengan menggratiskan biaya masuk ke kawasan Pantai Ancol.‎ Hal itu, kerap disuarakan oleh berbagai kalangan. Pantai gratis sudah lazim ditemukan di berbagai pelosok dunia. Termasuk belahan pantai di Indonesia.

“Masuk Pantai Ancol harus gratis karena pantai itu milik masyarakat, apalagi saham Pemprov DKI Jakarta di PT Pembangunan Jaya Ancil begitu besar. Jadi, selama ini masyarakat seperti dibodohi karena masuk Ancol harus bayar,” kata pengamat Perkotaan dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah dihubungi Harian Terbit, Selasa (29/8/2017).

Ia berharap Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, nantinya dapat membuka akses Pantai Ancol secara gratis.‎ 

"Cara yang paling bagus gubernur dan wakil gubernur sebagai suatu kebijakan populis digratiskan saja. Dan kuncinya ada di Pemprov karena saham dia besar sekali sekitar puluhan persen. Jadi PT Pembangunan Jaya Ancol itu kan saham swastanya cuma sedikit, saham publiknya juga sedikit," katanya.

Ia mengungkapkan, pantai gratis sudah lazim ditemukan di berbagai pelosok dunia. Termasuk belahan pantai di Indonesia. "Seperti Pantai Kuta, Pantai Senggigi, Pantai Losari, Pantai Parangtritis hingga Pantai Lovina. Jadi, suatu kewajaran jika warga Jakarta nantinya bisa menikmati Pantai Ancol secara gratis," terang dia.

Bertambahnya ruang terbuka publik di Ibukota menjadi harapan besar bagi warga Jakarta.  "Kami ingin banyak area publik di DKI ini bisa bebas. Masak hanya di Kalijodo saja? Harusnya masuk Ancol bebas, masak mau mandi di pantai bayar?," ujar ‎Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo‎ di Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Ditunggu Warga

Anggota DPRD DKI, ‎Gembong Warsono, mengungkapkan, wacana menggratiskan biaya masuk ke kawasan pantai Ancol tentunya menjadi daya tarik masyarakat. Menurutnya, hal itu sangat ditunggu oleh warga DKI.

"‎Menggratiskan biaya masuk, merupakan kebijakan populis. Justru seharusnya Ancol memberikan manfaat sebagai taman rekreasi warga Jakarta. Bukan malah membebani rakyat dengan tarif yang mahal. Biarlah rakyat Jakarta menikmatinya. Jangan hanya yang punya duit saja yang nikmati,"‎ katanya di Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Dirinya mengungkapkan, PT. Pembangunan Jaya Ancol sebagai pengelola Taman Impian Jaya Ancol sekaligus salah satu BUMD yang sahamnya milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hendaknya pihak Ancol dapat mempertimbangkan kebijkan tersebut.

"Ancol itu bagaimanapun kan salah satu BUMD DKI. Dan, di tahun sebelumnya ada disertai dana penyertaan modal. Masa masih kurang terus," ujarnya.

Diketahui bahwa, saat ini harga tiket masuk Ancol sebesar Rp25 ribu/orang, Rp20 ribu/mobil serta Rp15 ribu/motor.

Mahal

Terkait hal itu, ‎Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno, sempat berjanji bakal menggratiskan wahana Ancol buat warga Ibukota. Dia mengatakan, program tersebut digulirkan lantaran masih banyak warga Jakarta yang ingin menikmati pantai di kawasan Jakarta, tetapi terhalang oleh biaya masuk yang terbilang mahal.

"Karena sekarang di Jakarta kalau mau lihat pantai itu susah dan mahal. Yang sudah kami tawarkan adalah menggratiskan akses masuk Ancol," kata Sandi beberapa waktu lalu.

Hal itu tentu penuh dengan pertimbangan. Namun, menurut dia, dengan membebaskan biaya masuk Ancol, akan ada peningkatan kegiatan dari warga yang berkunjung untuk membeli makan, minum, dan suvenir.

"Bagaimana caranya? Ada ekuilibrium, karena dengan menggratiskan masuknya pasti akan meningkat pendapatannya. Karena orang otomatis akan belanja di dalam dan melihat. Jadi, dari pada biaya parkir dinaikin enggak keruan, mereka justru diberi kemudahan akses," ujar Sandi.

Dirinya mengatakan, penggratisan biaya masuk Ancol ini sebelumnya memang telah ditujukan untuk warga satu wilayah di Jakarta, yakni Pademangan, Jakarta Utara. Namun, hal itu hanya berlaku di hari Sabtu dan Minggu, serta mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB.

Dengan demikian, ia ingin memperluas jaringan untuk menggratiskan biaya masuk tersebut pada seluruh warga di Jakarta guna menghindari diskriminasi. "Nanti saya akan bicara dengan tim pakar bagaimana, di mana buat sesuatu yang mudah dan aplikatif," ucapnya.