Image Selamatkan Rupiah, Jangan Tahan Dolar AS
Peristiwa   Pasar Modal  

Selamatkan Rupiah, Jangan Tahan Dolar AS

Selasa, 28 Juli 2015 11:33 WIB

Rupiah semakin hari semakin tak berdaya dihadapan mata uang dolar Amerika Serikat. Beragam kebijakan fiskal dan moneter telah dikeluarkan oleh pemerintah dan BI, namun tetap saja Rupiah babak belur menghadapi dolar.

Pengamat Ekonomi LIPI Carunia Firdausy memandang, beberapa kebijakan seperti larangan menggunakan mata uang dolar dalam transaksi usaha dinilai tidak berhasil. Alih-alih menyelamatkan Rupiah, malah membuat dolar semakin kuat.

"Memang secara teori itu bisa saja benar, tapi dampaknya mereka yang sudah terbiasa dan bergantung pada transaksi dengan dolar bisa saja turun bisnisnya. Jadi itu kebijakannya tidak berpengaruh," tutur Carunia dalam MNC Business, Selasa (28/7/2015).

Menurutnya, seharusnya pemerintah bukan menahan dolar keluarnya dolar dari devisa, tapi berusaha untuk mencari dolar. Hal itu dilakukan dengan cara mendorong dunia industri sehingga Produk Domestik Bruto (PDB) itu terangkat. Secara teoritis, ekspor juga makna meningkat, sehingga dolar yang didapat untuk devisa negara semakin bertambah.

"Secara otomatis juga kepercayaan terhadap Rupiah akan semakin berkembang," pungkasnya.

Sekedar informasi, pagi ini Rupiah diperkirakan kembali melemah. Diramalkan mata uang garuda akan bergerak di level terendahnya yakni di Rp13.450-Rp13.475.

(cn)

Yuk Coba Es Krim Berbahan Sayuran Ini !
Negara Diminta MUI Untuk Lindungi Kepulangan Habib Rizieq

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

Sekilas Tentang WinnetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.

atau
Lupa kata sandi akun kamu?
atau
Kami akan mengirim link aktivasi pada email Anda.
Daftar Akun