Selebriti Amerika Serikat Ramai Ramai Dump Trump

Selebriti Amerika Serikat Ramai Ramai Dump Trump

Kamis, 21 Jan 2016 | 12:25 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Sejumlah aktor ternama, penulis, dan cendekiawan bergabung dalam kampanye "Hentikan Kebencian, Campakkan Trump" (Stop Hate Dump Trump) untuk mengecam kandidat presiden terdepan Partai Republik Donald Trump.

Triliuner itu mereka gambarkan sebagai ancaman untuk Amerika Serikat.

Aktor Harry Belafonte, Kerry Washington dan Jane Fonda, sutradara Jonathan dan tokoh cendekiawan Demme Noam Chomsky termasuk dalam kelompok para selebritis itu yang mendukung gerakan mencegah Trump menuju gedung Putih.

"Kami menawarkan sebuah peluang bagi warga Amerika untuk didengarkan dan terlibat dalam aksi, karena kampanye Trump mendapat momentum bahkan meskipun dia meningkatkan retorikanya yang penuh kebencian dan memecah belah," kata penulis drama Eve Ensler.

"Kami juga ingin menyadarkan media dan lembaga-lembaga politik bahwa mereka bertanggung jawab karena 'menormalkan' ekstremisme Trump dengan memperlakukannya sebagai hiburan, dengan memberinya banyak sekali jam tayang, dan juga dengan menolak menyelidiki, menginterogasi atau mengecam hal itu."

 

Trump mengumumkan pencalonannya sebagai presiden Juni 2015, dan sejak itu mendominasi pemberitaan soal pemilihan presiden dengan hinaannya terhadap imigran asal Meksiko, dan menyerukan agar kaum Muslim dilarang masuk AS.

Situs kampanye Stop Hate Dump Trump mengatakan telah mempersatukan orang-orang dengan berbagai latar belakang seperti pemimpin gerakan buruh, aktor, guru, petani, penyair, dan para pemimpin perusahaan.

"Kami yakin bahwa Trump adalah ancaman nyata untuk demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia, kesetaraan, dan kesejahteraan negara kami dan rakyat kami," bunyi kampanye tersebut.

"Sejarah telah menunjukkan kepada kita apa yang terjadi ketika orang-orang menolak melawan para pemimpin yang penuh kebencian. Kami berjanji pada diri sendiri untuk bicara lantang dengan berbagai cara yang mungkin melawan politik kebencian dan eksklusi yang diwakili dia."

Lebih dari 1.050 orang telah membubuhkan tanda tangan mereka dalam beberapa jam sejak kampanye itu bergulir, Rabu (20/1) kemarin.

"Media makin mendorong kebencian oleh Donald Trump seperti sebuah reality show," kata Jodie Evans, produser film dokumenter dan salah satu pendiri organisasi anti-perang Code Pink.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...