Seluruh Terminal di Jakarta Bakal Diperiksa BPTJ
Pihak Kemenhub tengah memeriksa kendaraan/Foto: Zool WNN

Seluruh Terminal di Jakarta Bakal Diperiksa BPTJ

Jumat, 28 Apr 2017 | 20:43 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Ramadhan dan Idul Fitri 1438 Hijriyah sudah di depan mata. Berbagai persiapan terus dilakukan pemerintah. Salah satunya Kementerian Perhubungan (Kemhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang akan melakukan pemantauan kondisi angkutan Lebaran bidang pelayanan Jabodetabek yang dipusatkan dan dikoordinasikan pada tujuh terminal utama.

"Tujuh terminal tersebut diantaranya Kalideres, Kampung Rambutan, Pulogebang, Baranangsiang, Poris Plawad, Bekasi dan Kalijaya Cikarang," kata Sekretaris BPTJ, Firdaus Komarno, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (28/04/2017).

Selain itu, ada enam terminal bus bantuan juga disiapkan, d iantaranya Tanjung Priok, Rawamangun, Muara Angke, Grogol, Lebak Bulus, dan Pinang Ranti.

Menurut Firdaus, kesiapan angkutan Lebaran juga dilakukan pada stasiun kereta api, di antaranya Gambir, Pasar Senen, Jakarta Kota, Tanah Abang, Jatinegara, Tanjung Priok, dan Manggarai.

"Sedangkan angkutan laut pada Pelabuhan Tanjung Priok dan penyeberangan pada Kali Adem, Rawa Saban, dan Muara Gembong," tuturnya.

Sarana lainnya yakni dua bandar udara, Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Dan dua gerbang tol yakni Cikarang Utama dan Ciawi.

"Adapun kesiapan sarana angkutan AKAP di wilayah Jabodetabek dapat dilaporkan sebanyak 7.519 armada telah disiapkan meliputi 6.275 armada AKAP reguler, 765 armada bantuan bus kota dan 479 armada bantuan bus pariwisata," imbuh Firdaus.

Kesemua armada tersebut menurut Firdaus akan dicek kelaikannya secara sensus satu per satu. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan angkutan Lebaran 2017 dan kenyamanan para pemudik nanti.

"Setidaknya kami sebagai regulator wajib membuat para pemudik merasa nyaman dan yakin armada yang digunakannya laik. Selain itu kami juga akan mengawasi pemberlakuan tarif apakah sudah sesuai ketentuan atau belum. Jangan sampai terulang kejadian seperti tahun lalu, ada tiket yang naik sampai 200 persen," kata Firdaus.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...