Sempat Dilarang Susi, Menteri Edhy Kembali Berlakukan Ekspor Bibit Lobster

Khalied Malvino

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Sempat Dilarang Susi, Menteri Edhy Kembali Berlakukan Ekspor Bibit Lobster
Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo bakal kembali berlakukan kebijakan ekspor bibit lobster meski dulu dilarang Susi Pudjiastuti. [Foto: Tempo]

Winnetnews.com - Sepeninggalan Susi Pudjiastuti dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo bersikeras melanjutkan kebijakan ekspor bibit lobster, meski di tengah tudingan terkait dampak lingkungan.

"Ini kan ada yang ingin tetap mempertahankan pekerjaan menangkap benih lobster. Di sisi lain, ada yang ingin distop karena alasan lingkungan. Gak bisa juga demi lingkungan menghambat kemajuan, tapi kemajuan meninggalkan lingkungan. Ga baik," kata Edhy di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Maritim dan Investasi, Kamis (12/12) seperti dilansir CNBCIndonesia.com.

Jika melihat dari segi kemanfaatan ekonominya, Edhy tampaknya cukup bulat untuk kembali melanjutkan keputusannya dalam membuka ekspor keran baby lobster. Dia melihat negara lain yang sudah terbilang sukses mengembangkannya.

"Lobster dalam pelaksanaannya hanya jadi, hidup dari total yang ada ga lebih dari 1%. Bahkan ada yang bilang 0,25%. Ada metode yang dibesarkan dia bisa tumbuh sampe 70%. Kenapa kita ga coba? Vietnam (memang) ga sampe 70%. Tapi ada upaya untuk itu dan ada nilai tambah budidaya lobster," sebut Edhy.

Meski di sisi lain, Edhy tidak bisa melupakan faktor alam. Salah satu opsi yang dibuatnya adalah dengan mengembalikan baby lobster ke habitatnya, meski dengan jumlah yang kecil.

"Dari semua yang dibudidaya, 5% dikembalikan alam. Setelah umur mungkin 3 bulan atau 4 bulan. nah ini menurut kami akan mempertahankan sustainable dia," sebutnya.

Keputusan Edhy tersebut nyatanya didukung Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, ada dampak ekonomi yang besar dari rencana tersebut.

"Nilai tambah juga, daripada sekarang ini diselundupin 80 persen, lebih bagus dikontrol. Kan ujung-ujungnya pengawasan," kata Luhut, Kamis (12/12).

Dalam beberapa tahun masa kepemimpinan Susi Pudjiastuti sebagai MKP di periode sebelumnya, ada aturan yang melarang benih lobster untuk diekspor. Namun, Edhy tetap menemukan penyelundupan ekspor hingga ke Vietnam. Meski demikian, Luhut tetap meyakini pelanggaran akan tetap ada.

"Dulu ada masalah sekarang juga ada masalah. Apa nanti dengan gini ga ada masalah, ya gak lah ada masalah tapi masalahnya makin kecil, kalo pengawasan lebih bagus dan jelas," lanjutnya.

Sebelumnya, Edhy sempat dikritik oleh ekonom Faisal Basri karena akan kembali mengekspor baby lobster. Bahkan, Faisal menyebut keputusan Edhy itu hal yang gila.

"Belum dua bulan kabinet ada justru ekspor benih lobster dicabut. Sekarang? Jual jual, heh, lobster itu kita besarkan. Udah gila ini. Jadi mungkin kita yang berada di luar politik ini bisa matching kan gitu ya antara tuntutan dan tantangan yang kita hadapi dengan berbagai peluang yang ada dan ini kan pada akhirnya akan meningkatkan dosis pajak," kata Faisal Basri di Kementerian Keuangan (Keuangan) awal pekan lalu. [cnbc]

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...