(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sempat Terpuruk di Tahun Lalu, XL Axiata Bangkit Raih Laba Rp 169 Miliar di Kuartal I 2016

contributor-one
contributor-one

Sempat Terpuruk di Tahun Lalu, XL Axiata Bangkit Raih Laba Rp 169 Miliar di Kuartal I 2016
WinNetNews.com - PT XL Axiata Tbk (EXCL), emiten operator telekomunikasi berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 169 miliar selama kuartal I 2016. Perolehan laba ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun 2015 lalu yang mengalami kerugian Rp 758 miliar akibat pelemahan kurs rupiah.

Salah satu pemicu membaiknya kinerja karena XL pada tiga bulan pertama 2016 ini karena adanya keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp 405 miliar. Operator seluler dengan 41 juta pelanggan ini juga berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 5,6 triliun di kuartal pertama 2016, naik 2% dibandingkan periode sama 2015.

Pasokan pendapatan perseroan didorong oleh pertumbuhan penggunaan layanan utama (voice, SMS, Data dan VAS) sebesar 5% YoY, serta dari pencapaian kinerja yang solid untuk layanan data (naik 23% QoQ).

Pendapatan dari layanan suara di triwulan pertama 2016 sebesar Rp 2 triliun, SMS (Rp 828 miliar), data dan VAS Rp 1,94 triliun, serta interkoneksi dan internasional roaming sebesar Rp 481 miliar.

“Kami telah membuat pencapaian awal yang menjanjikan melalui peningkatan dalam berbagai kegiatan operasional yang berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan. Kami berharap ini menjadi momentum untuk terus melanjutkan Agenda Transformasi perusahaan yang masih berlangsung hingga saat ini,” kata Dian

Siswarini ,Presiden Direktor/CEO XL, melalui pesan elektronik kepada media di Jakarta ,Kamis (21/04).

Dari sisi Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) juga meningkat sebesar 17% YoY menjadi Rp 2,2 Triliun. Dengan margin EBITDA sebesar 39% atau meningkat hingga 5% secara YoY.

" Peningkatan EBITDA margin ini adalah hasil dari upaya XL yang terus fokus pada pelanggan-pelanggan yang produktif dan juga upaya untuk meningkatkan profitabilitas dari portofolio produk dan layanan yang ada. Ini juga merupakan peningkatan EBITDA dan EBITDA margin selama empat kuartal berturut-turut,"ujar Dian.

Layanan 4G LTE merupakan kunci utama dari strategi XL untuk tetap menjadi yang terdepan dalam penyediaan layanan Internet Mobile guna memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap layanan Internet kecepatan tinggi.

Selama kuartal pertama tahun 2016, XL telah membangun 3.286 BTS 4G, dengan cakupan mencapai lebih dari 36 kota/wilayah di Indonesia. XL juga terus melakukan investasi membangun lebih dari 18.000 BTS 3G guna meningkatkan kualitas dan cakupan layanan Data, sehingga sampai dengan akhir Maret 2016, XL telah memiliki sebanyak 59.040 BTS.

Saat ini total pengguna layanan Data mencapai 22,8 juta atau 54% dari total 42,5 juta jumlah pelanggan XL. Average Revenue per User (ARPU) campuran sebesar Rp 39 ribu.

Hingga akhir kuartal pertama 2016, laju penetrasi pengguna smartphone di XL mencapai 48% dari total penetrasi. Pengguna smartphone di XL mengalami pertumbuhan sebesar 19% YoY dan mencapai sebesar 20,5 juta pengguna.

Tahun ini, XL mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 7 triliun. Perseroan telah membelanjakan Rp 1,1 trilun capex untuk memperluas infrastruktur layanan Data dan layanan mobile, dengan sumber dana berasal dari internal.

Sementara itu, total hutang perseroan mengalami penurunan dari Rp 30,2 triliun menjadi Rp. 25,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga hutang bersih/EBITDA juga mengalami penurunan dari 2,8x menjadi 2,6x. 

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});