Sempat Turun Akibat COVID-19, Harga Saham 4 Agensi Hiburan Korea Telah Naik Kembali!
Foto via Allkpop.com

Sempat Turun Akibat COVID-19, Harga Saham 4 Agensi Hiburan Korea Telah Naik Kembali!

Kamis, 30 Jul 2020 | 13:33 | Nisa Diniah

Winnetnews.com - Pandemi corona (COVID-19) beberapa bulan terakhir membuat ekonomi dunia ikut mengalami dampaknya. Begitupun dengan agensi Korea yang mengalami banyak kerugian, khususnya bagi agensi-agensi kecil.

Tetapi, harga saham beberapa agensi hiburan Korea tampaknya mulai pulih. Dilansir dari Allkpop, Korea Exchange menyatakan bahwa harga saham dari 4 perusahaan teratas Korea yakni JYP Entertainment, SM Entertainment, YG Entertainment, dan Cube Entertainment, mengalami kenaikan. Ini merupakan hasil setelah membandingkan dengan harga penutupan saham dari 19-22 Maret 2020, dimana indeks KOSPI meraih titik terendah (1457,64).

image0
Foto via Allkpop.com

Harga saham JYP Entertainment naik 93,35% dari 16.550 KRW (USD 13,90) menjadi 32.000 KRW (USD 26,88). SM Entertainment meningkat 63% dan YG Entertainment naik sebesar 96%. Sementara Cube Entertainment melonjak lebih dari 200% dari 1.450 KRW (USD 1,22) menjadi 4.480 KRW (USD 3,76).

JYP terungkap memiliki kapitalisasi pasar terbesar yakni 1,135 triliun KRW (USD 954 juta). Disusul SM Entertainment dengan 726,9 miliar KRW (USD 610 juta). Lalu YG Entertainment sebesar 698,1 miliar KRW (USD 586 juta). Sementara kapitalisasi Cube Entertainment yakni 150,6 miliar KRW (USD 126 juta).

image1
Foto via Allkpop.com

Salah satu kontribusi besar atas kenaikan harga saham agensi Korea adalah dicabutnya larangan budaya Korea di China setelah keputusan penyebaran THAAD, comeback artis, penjualan album, dan debut grup baru. Saham JYP Entertainment dan SM Entertainment melejit lebih dari 10% dalam 1 hari. Cube Entertainment dan YG Entertainment juga meningkat sebanyak 6%.

Diprediksi bahwa harga saham agensi Korea tidak akan mengalami penurunan signifikan dalam waktu dekat. Apalagi salah satu IPO terbesar yakni Big Hit Entertainment dalam waktu dekat akan segera diumumkan. Jumlah saham yang dirilis oleh Big Hit Entertainment diperkirakan menjadi 28 juta saham. Sehingga, industri investasi keuangan berusaha menaikkan target harga saham agensi hiburan.

Lee Hyo Jin, seorang peneliti di Meritz Securities menuturkan bahwa meskipun tidak ada penjualan konser karena wabah virus corona, kinerja akan tetap baik karena fandom fokus pada streaming album artis di tangga lagu streaming musik.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...