Senin, Uji Coba Sterilisasi Jalur TJ & Contra Flow

Rani
Rani

Senin, Uji Coba Sterilisasi Jalur TJ & Contra Flow

WinNetNews.com - Pemprov DKI Jakarta siap melakukan pengetatan sterilisasi jalur busway. Peningkatan penjagaan hingga teknis contra flow akan diuji coba agar kendaraan selain bus TransJakarta tidak lagi menerobos masuk.

"Saya minta Senin (13/6) ini. Udah ngomong sama Dirlantasnya, harus setuju dong," ungkap Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (10/6/2016) malam.

Koordinasi peningkatan sterilisasi jalur busway ini sudah dilakukan antara Pemprov DKI dengan Ditlantas Polda Metro Jaya. Ada berbagai upaya yang akan dilakukan untuk menghalau kendaraan lain masuk.

Mulai dari penambahan personel untuk menjaga jalur busway, khususnya di titik-titik rawan. Kemudian juga penambahan Moveable Concrete Barrier (MCB) yang pembangunannya sudah mulai dilakukan. Sterilisasi jalur busway tidak berlaku bagi ambulance dan pemadam kebakaran.

"Bisa taruh MCB, atau ditungguin petugas," kata Ahok.

Untuk peningkatan sterilisasi jalur busway ini, Ahok juga meminta agar pihak kepolisian menghapuskan diskresi. Diskresi adalah kewenangan polisi untuk melakukan tindakan berdasarkan penilaian sendiri untuk ketertiban umum. Artinya bisa dengan penilangan, atau polisi mengizinkan kendaraan masuk ke jalur busway di saat-saat tertentu.

Kadishub DKI Andri Yansyah yang ikut dalam rapat koordinasi menyatakan, diskresi diminta dihapuskan selain untuk menjaga jalur evakuasi aman, juga agar warga Jakarta mau beralih menggunakan kendaraan umum.

"(Kata gubernur) biarin aja macet supaya masyarakat betul mau pindah. Seumpama ada busway tapi masih diberikan masuk, nggak ada bedanya. Sehingga masyarakat males menggunakan kendaraan umum," ucap Andri di lokasi yang sama.

Agar terlaksananya sterilisasi ini, pihaknya juga akan menambah personel untuk melakukan penjagaan di koridor busway. Sementara untuk palang di pintu masuk koridor, Dishub DKI belum akan melakukan penambahan.

"Pasti lah. Kami Dishub, Satpol PP, Satgas TransJakarta juga turun. Senin besok juga akan kami rapatkan, sebenarnya ada berapa titik sih yang mesti kita jaga. Jadi inventarisasi dulu," jelasnya.

"Tadi ada usulan dari Ditlantas untuk bikin palang dan verboden busway tapi untuk ambulans atau pemadam boleh. Jadi selain untuk kendaraan umum massal, juga bisa sebagai jalur evakuasi mempercepat menuju lokasi kejadian," tambah Andri.

 

Dishub DKI akan mendorong agar pembangunan MCB cepat selesai. Untuk itu Andri meminta agar Dinas Bina Marga mempercepat pengadaan MCB. Sambil menunggu selesai, jalur-jalur busway akan dijaga oleh petugas.

"MCB mulai jalan kan. Saya nanti minta Senin sudah mulai laksankan itu. Untuk lebih meningkatkan efektivitas melaksanakan penjagaan, kami juga minta ke Bina marga selesaikan MCB mini. Supaya tidak terlalu banyak penjagaan. Cukup titik sana sini. Titik masuk aja," terang dia.

Pembangunan MCB sensiri akan dilakukan di 12 koridor jalur busway yang ada. Menurutnya, penyelesaian bisa dilakukan untuk pemasangan satu koridor terlebih dahulu dan bertahap melanjutkan ke koridor lainnya.

"Selesaikan dulu satu koridor, begitu selesai pindah lagi, pindah lagi. Nah dengan nanti pemilihan koridor betul-betul yang tingkat kemacetan tggi. Mungkin koridor 1. Kepengennya pak gubernur semua koridor, cuma kita untuk sementara kita jagain tapi sambil ngebut proses penyelesaian MCB di satu koridor. Jangan ada yang bolong-bolong baru pndah," beber Andri.

Sementara itu Dirut TransJ Budi Kaliwono menyatakan, konsep sterilisasi dengan peningkatan MCB dan penjagaan pintu koridor memang penting dilakukan. Hanya saja pihaknya belum akan menggunakan gerbang otomatis di koridor busway.

"Separator sudah pasti pasang terus. Saya lagi tunggu beberapa rute unggulan. Kita kontrol jalur yang bisa lebih cepat ke tengah. Terus pengembangan yang kita lagi bikin. Mau bikin palang penjagaan lebih ketat," ujar Budi.

PT TransJ juga berencana memberlakukan contra flow agar pengendara berpikir ulang jika hendak menerobos masuk jalur busway. Uji coba itu untuk pertama dilakukan di Koridor 4 dengan rute Terminal Pulogadung-Dukuh Atas 2.

"Kami juga akan mencoba menerapkan contra flow. Kami akan pelajari dahulu. Beberapa rute dipelajari. Kita juga sedang pelajari rute ekspres, yang bisa masuk kiri masuk kanan," sebutnya.

Hanya saja penerapan contra flow ini masih harus dikaji ulang. Ini demi keamanan dan keselamatan pengendara sebab masih terlalu banyak warga Jakarta yang nekat menerobos jalur busway.

"Yang memberatkan masalah safety-nya. Kita harus siapin semua. Risiko menerobos, sistem kita siapin. Nggak lucu juga bus sama bus beradu gini, jadi mesti mundur. Ini yang kita siapkan sistemnnya. Minimal kita harus coba untuk mengamankan jalur," pungkas Budi. 

Sumber: Detik

Apa Reaksi Kamu?