'Senyap' Film Indonesia Pertama yang Masuk Nominasi Oscar

'Senyap' Film Indonesia Pertama yang Masuk Nominasi Oscar

Senin, 18 Jan 2016 | 11:35 | kontri
WinNetNews.com - Kisah tentang Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia. Film dokumenter berjudul Senyap atau The Look of Silence  garapan Joshua Oppenheimer, yang bercerita mengenai pembantaian masal terhadap orang-orang yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965, berhasil meraih nominasi Academy Awards 2016 untuk kategori Film Dokumenter Terbaik.

“Saya sangat bangga terhadap semua yang terlibat dalam penggarapan film ini. Ini sangat bagus untuk perfilman Indonesia,” papar Joshua Oppenheimer, seperti dikutip VOA Indonesia.

The Look of Silence sendiri merupakan lanjutan dari Jagal  alias The Act of Killing  yang juga pernah jadi nomine Oscar pada dua tahun lalu. Kisah film The Look of Silence menyoroti pria bernama Adi Rukun yang mengkonfrontasi orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan kakaknya pada tahun 1965.

Film Joshua Oppenheimer yang satu ini bekerja sama langsung dengan rumah produksi Indonesia. Jadi, bisa dibilang ini merupakan film Indonesia pertama yang pernah meraih nominasi Oscar.

“Kami bisa mendapatkan nominasi Oscar yang pertama untuk Indonesia berkat keberanian dari para kru film di Indonesia dan tokoh utama, Adi Rukun yang penuh empati, bijaksana, dan baik hati. Saya sangat bahagia,” lanjut sutradara kelahiran Texas tahun 1974 ini.

Film ini kembali melibatkan sineas Indonesia yang identitasnya dirahasiakan demi keselamatannya. Bukan hanya sebagai co-producer dan asisten sutradara, sineas anonim ini juga bertanggung jawab akan kelancaran produksi film ini di Indonesia dan keselamatan semua yang terlibat dalam penggarapan film ini, termasuk Adi Rukun beserta keluarganya.

“Kami harus selalu menyediakan mobil untuk Adi agar ia bisa segera dilarikan dari sebuah konfrontasi sebelum kami selesai syuting agar ia terhindar dari bahaya atau diserang oleh pelaku kejahatan. Keluarga Adi harus selalu kami siapkan untuk dievakuasi selama konfrontasi berlangsung,” papar Oppenheimer.

Dalam film Senyap, Adi menyelusuri siapa algojo tragedi 1965 yang membunuh kakaknya karena dicap komunis. Dan ironisnya, ternyata pembunuh kakaknya adalah orang yang selama ini tinggal berdekatan dengannya dan mereka tidak merasa bersalah.

Melalui nominasi Oscar ini, Oppenheimer berharap agar lebih banyak lagi orang Indonesia yang menonton film ini dan pelajari lebih jauh mengenai tragedi 1965. Menurutnya, The Look of Silence bisa menyembuhkan luka lama agar mereka tidak perlu lagi hidup dalam ketakutan dan tidak perlu takut untuk mengungkap kebenaran.

“Harapan saya lainnya adalah semoga pemerintahan Presiden Jokowi mengakui apa yang terjadi pada tahun 1965 sebagai kejahatan terhadap HAM. Bertanggungjawablah atas apa yang pernah terjadi dan bentuk komisi kebenaran yang jujur untuk menuju keadilan dan rekonsiliasi, sehingga penyembuhan luka lama bisa terlaksana,” ungkapnya Oppenheimer.

Selain nominasi Oscar 2016, film The Look of Silence juga meraih kemenangan di berbagai ajang penghargaan film internasional lainnya, salah satunya adalah Cinema Eye 2016 untuk kategori Produser Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Film Dokumenter Terbaik.

Di ajang Oscar 2016 yang akan berlangsung 28 Februari mendatang, The Look of Silence akan bersaing melawan film Amy , Cartel Land , What Happened , Miss Simone? , dan Winter on Fire: Ukraine’s Fight for Freedom .

(dilansir dan diperbaiki dari Voice of America dan Muvila)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...