Seorang Remaja Mengaku Terkena Sindrom TikTok, Begini Penjelasan Psikolog
Foto: Instagram

Seorang Remaja Mengaku Terkena Sindrom TikTok, Begini Penjelasan Psikolog

Kamis, 25 Jun 2020 | 14:40 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Beberapa waktu yang lalu, sebuah akun Instagram bernama @kesarnst mengaku mengalami sindrom TikTok. Dalam video berdurasi 1 menit 10 detik itu, mengaku tubuhnya kerap kali mendadak suka bergerak sendiri tanpa bisa dikontrol.

"Saya harus minum obat dua kali sehari untuk meditasi agar tubuh saya tidak bergerak-gerak terus. Dokter menyarankan agar saya mengurangi main TikTok," kata Kesar dalam video yang diunggahnya itu.

Menanggapi kebenaran sindrom tersebut, psikolog sekaligus pendiri Mindtricks Persada Indonesia, Mazdha Ariefriyendho, M.Psi mengatakan belum ada riset yang mengaitkan adiksi terhadap media sosial terhadap kejiwaan pada pengguna.

"Hingga saat ini belum ada riset yang menunjukkan bahwa adiksi media sosial seperti TikTok bisa menyebabkan kegilaan bagi para penggunanya," kata Mazdha Ariefriyendho dikutip dari Indozone.

Pencegahan Adiksi Medsos

Sementara dalam beberapa kasus yang lain, adiksi akut yang berkepanjangan pada media sosial memang bisa menimbulkan berbagai gangguan, seperti turunnya kepercayaan diri, gangguan tidur, kecemasan hingga depres. Walaupun tujuan awalnya sebagai bentuk aktualisasi diri.

"Media sosial seperti TikTok dapat berdampak positif ataupun negatif. Tergantung bagaimana pemanfaatannya. Namun, sindrom TikTok seperti yang dialami remaja tersebut belum ada riset mendalamnya," jelas dia.

Sebagai bentuk pencegahan terhadap dampak negatif dari media sosial, Mazdha mengatakan jika dirasakan telah mengganggu aktivitas ada baiknya mulai mengurangi penggunaan media sosial.

"Pengguna bisa beristirahat sejenak dan mempertimbangkan tata cara bermain platform digital seperti TikTok," ungkap Mazdha.

Jika mental dan fisik sudah dirasa mulai kembali stabil, pengguna dapat kembali aktif bermain media sosial, dengan porsi yang terkontrol. Alternatifnya, pengguna juga dapat memilih konten yang bersifat inspiratif bukan hanya sekadar hiburan semata tanpa ada manfaatnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...