(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Seorang Wanita Diusir Dari Kampanye Trump

Muhammad Takdir
Muhammad Takdir

Seorang Wanita Diusir Dari Kampanye Trump
WinNetNews.com - Seorang wanita Muslim diusir dari kampanye kandidat presiden Amerika Serikat Trump" onclick="ga('send', 'event', 'Tag', 'Click', 'Tag Donald Trump');">Donald Trump setelah dia melakukan aksi diam memprotes bakal calon dari Partai Republik itu, yang menyerukan larangan masuk bagi umat Muslim ke AS.

Tayangan televisi dari event di South Carolina tersebut menunjukkan perempuan bernama Rose Hamid, seorang pegawai maskapai penerbangan umur 56 tahun, mengenakan jilbab dan kaos longgar bertuliskan "Salam. Saya datang dengan damai." Dia berdiri diam sambil melihat ke arah podium ketika para pengunjung lainnya duduk.

Berikutnya, dia dikawal keluar ketika pada pendukung Trump melambai-lambaikan kertas bertuliskan nama si kandidat di depan wajahnya, dan berteriak-teriak menyerukan dukungan untuk Trump.

Hamid mengatakan salah satu pendukung triliuner itu berseru padanya: "Kamu bawa bom, kamu bawa bom."

"Keburukan itu datang dengan cepat dan sangat menakutkan," kata Hamid setelah acara kampanye yang digelar Jumat (8/1) malam itu.

 

Trump, yang memimpin jajak pendapat di nominasi Gedung Putih oleh Partai Republik, memicu kontroversi global bulan lalu setelah dia menyerukan larangan sementara bagi kaum Muslim luar negeri yang ingin masuk ke AS, menyusul serangan di California yang dilakukan oleh pasangan suami istri Muslim yang telah diradikalisasi dan menewaskan 14 orang.

"Ada kebencian terhadap kita yang tak bisa dipercaya." kata Trump dalam kampanye tersebut, setelah Hamid dan beberapa orang lain dikeluarkan.

"Ini kebencian mereka, bukan kebencian kita."

Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations/ CAIR) mengecam pengusiran Hamid dan mendesak Trump agar minta maaf.

"Tayangan seorang wanita Muslim dilecehkan dan diusir dari sebuah kampanye politik mengirim pesan menakutkan bagi warga Muslim Amerika," kata Direktur Eksekutif CAIR Nihad Awad dalam pernyataannya.

(seperti dilansir Berita Satu)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});