Separator Busway Anggarkan Rp15 Miliar

Separator Busway Anggarkan Rp15 Miliar

 Jakarta - Anggarkan Rp15 miliar DINAS Bina Marga DKI Jakarta untuk pembelian pembatas atau separator jalur bus (busway) Trans-Jakarta tahun ini. Separator yang dianggarkan ialah pembatas berbahan dasar beton dengan tinggi setengah meter dan tebalnya mencapai 30 cm.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Yusmada Faizal di Jakarta kemarin mengatakan anggaran tahun ini tidak begitu besar karena proyek tahun ini ialah percobaan.

Jika ada spesifikasi yang baik dengan harga terjangkau, akan digunakan sebagai spesifikasi di e-catalogue. Tujuannya agar pada pengadaan berikutnya melalui e-catalogue tidak perlu diproses lelang sehingga pengadaan menjadi lebih cepat dan efisien.

"Saat ini masih dalam proses lelang. Ini sebagai percontohan. Kalau ada vendor yang bisa berikan harga termurah dan spesifikasi baik, spesifikasinya akan kami gunakan untuk dimasukkan ke e-catalogue tahun depan. Supaya bisa sekaligus banyak belinya di tahun depan," katanya.

Separator jenis tersebut telah dipasang sebagian di beberapa koridor seperti koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas), koridor 1 (Blok M-Kota), koridor 5 (Ancol-Kampung Melayu), dan koridor 8 (Lebak Bulus-Harmoni).

Meskipun demikian, pemasangan separator yang disebut movable concrete barrier (MCB) itu belum dilakukan di sepanjang jalur, tetapi hanya sebagian.

Separator beton atau MCB itu, kata Yusmada, dibeli secara satuan. Ia mengatakan untuk menerapkan separator tinggi di seluruh jalur bus, Pemprov DKI harus melakukan pengadaan 300 km MCB.

Yusmada menyatakan prioritas koridor untuk dipasangi MCB secara keseluruhan yakni koridor 1, koridor 2 (Pulogadung-Harmoni), dan koridor 3 (Kalideres Harmoni).

Penganggaran MCB tersebut sebelumnya diinstruksikan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama sebagai salah satu upaya mensterilkan jalur bus Trans-Jakarta.