Seperti di Korea, Indonesia Akan Adakan Wajib Bela Negara Loh!

Seperti di Korea, Indonesia Akan Adakan Wajib Bela Negara Loh!

WinNetNews.com - Rencana Presiden Jokowi untuk membuka pembinaan kader Bela Negara akan berlangsung pada pekan depan, tepatnya di tanggal 19 oktober 2015. Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga akan melantik kader-kader Bela Negara yang jumlahnya sekitar 4500 orang. Ke 4500 orang tersebut berasal dari 45 Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Masing-masing kabupaten/kota di Indonesia diwajibkan untuk mengirimkan 100 orang perwakilan. 100 orang perwakilan tersebut berasal dari berbagai macam profesi, mulai dari PNS, pekerja kantoran, hingga tokoh masyarakat.

"Kalau tak suka bela negara di sini, tidak cinta tanah air, ya angkat kaki saja dari sini. Kita bangkit dan hancur harus bersama. Dan akan ada kurikulum untuk bela negara, mulai TK hingga perguruan tinggi," tutur Ryamizard di Ruang Bhinneka Tunggal Ika Kementerian Pertahanan , Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (12/10/2015).

Sementara itu, Menko Polhukam Luhut Panjaitan menerangkan tentang tujuan bela negara yang rencananya akan diterapkan di Indonesia. Yakni, setiap warga nantinya akan mendapatkan pelatihan, dengan  tujuan agar mereka memiliki kedisplinan.

Nantinya, pelatihan akan diberikan di Rindam pada setiap daerah. Pelatihan akan dilakukan untuk warga usia di bawah 50 tahun ke bawah, kemudian peserta akan tinggal di asrama selama masa pelatihan.

 

Di beberapa negara, Istilah Bela Negara dikenal juga dengan sebutan Wajib Militer atau sering disingkat dengan Wamil. wamil adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda terutama pria, biasanya antara 18 - 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan seorang itu sendiri.

Wamil biasanya diadakan guna untuk meningkatkan kedisiplinan, ketangguhan, keberanian dan kemandirian seorang itu dan biasanya diadakan wajib untuk pria lelaki. Yang harus wamil biasanya adalah warga pria. Warga wanita biasanya tidak diharuskan wamil, tetapi ada juga negara yang mewajibkannya, seperti di Israel, Korea Utara dan Suriname.

Baca juga artikel: Menhan : Wajib Bela Negara TK Hingga Kantoran, Jika Tidak, Angkat Kaki dari RI

Di Korea Wajib Militer terjadi selama 2 tahun, dan selama masa wajib militer itu mereka harus menjalani karantina untuk menerima pelatihan militer. Di sana pemuda yang memasuki usia wajib militer (20-30 tahun), serta memiliki kesehatan jasmani dan rohani, mau tidak mau harus izin berhenti sekolah/bekerja sementara waktu. Kemudian mereka diwajibkan untuk mengisi formulir dimana mereka ingin ditempatkan, misalnya di angkatan laut, angkatan udara, atau prajurit pasukan pembela Amerika.

Mereka akan menerima latihan dasar sekitar 4 minggu di camp latihan. Setelah itu mereka baru dipindah tugaskan ke satuan unit yang mereka pilih sebelumnya untuk melanjutkan sisa waktu wajib militer untuk 2 tahun ke depan. mereka yang mengikuti Wajib Militer itu mendapat gaji layaknya tentara yang bekerja untuk negara.

Lalu bagaimanakah Kewajiban Bela Negara yang akan dilaksanakan di Indonesia nantinya? Apakah sama seperti yang ada di Korea? Sepertinya Kewajiban Bela Negara ini cukup menarik dan mampu menambah cinta tanah air serta membakar rasa nasionalisme pemuda Indonesia. Sudahka siapkah generasi muda di Indonesia menjalankan kewajiban Bela Negara ini?