Serang Barak Militer, Demonstran Hong Kong Dapat Peringatan Tentara China
Serangan laser demonstran Hong Kong. [Foto: Reuters]

Serang Barak Militer, Demonstran Hong Kong Dapat Peringatan Tentara China

Senin, 7 Okt 2019 | 08:50 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Para demonstran di Hong Kong yang menuntut pembatalan revisi amandemen ekstradisi hingga Minggu (/6/10) masih melakukan protes. Bahkan, sarang militer di Hong Kong menjadi sasaran demonstran dengan cara menyorot laser.

Ulah demonstran yang menyorot laser ke barak tentara di pusat kota Hong Kong pun membuat aparat kepolisian dan demonstran bentrok disertai kekerasan. Tak pelak, tentara China yang mendapati sorotan laser di markasnya mengeluarkan peringatan kepada para demonstran.

Hal tersebut merupakan interaksi langsung yang pertama kali dilakukan antara demonstran dengan militer sejak aksi unjuk rasa berlangsung dalam empat bulan terakhir.

Mengutip CNBC Indonesial, Barisan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China di distrik Kowloon bahkan menegaskan akan menangkap pendemo jika menyasar pasukan dan dinding markas militer dengan lampu laser yang mereka bawa.

"Ada konsekuensi atas tindakan Anda," ujar salah satu tentara melalui pengeras suara sebagaimana dikutip dari Reuters.

Demonstrasi kembali terjadi pada akhir pekan. Kali ini, selain menuntut demokratisasi di Hong Kong, pendemo juga mengecam aturan darurat baru yang diberlakukan pemerintah Hong Kong, di mana adanya pelarangan penutup wajah atau masker saat demo. Pengguna masker akan terancam hukuman maksimal satu tahun penjara.

"Undang-undang anti penutup wajah ini memicu kemarahan kita dan lebih banyak orang lagi akan turun ke jalan," kata Lee, seorang pengunjuk rasa.

"Kami tidak takut dengan undang-undang baru, kami akan terus berjuang. Kami akan berjuang untuk kebenaran. Saya memakai topeng untuk memberi tahu pemerintah bahwa saya tidak takut akan tirani," ujarnya lagi.

Dalam investigasi Reuters, setidaknya sekitar 10.000 hingga 12.000 tentara PLA sudah masuk ke Hong Kong. Jumlah itu naik dari 3.000 hingga 5.000 pada bulan-bulan sebelum langkah peningkatan pertahan ulang tahun China 1 Oktober lalu digelar.

Surat kabar pemerintah China, Xinhua menyebut masuknya militer sebagai 'rotasi' rutin yang sudah dilakukan China di Hong Kong sejak kota itu diserahkan oleh Inggris pada tahun 1997.

Alasan ini dapat diterima, mengingat China memang telah berusaha untuk mengendalikan stabilitas di wilayah ini selama bertahun-tahun. Alasan ini juga diperkuat oleh pernyataan pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...