Serangan Jantung Mengintai Orang-orang yang Menghuni Gedung Tinggi: Penelitian
Gedung tinggi (Foto: ny.curbed.com)

Serangan Jantung Mengintai Orang-orang yang Menghuni Gedung Tinggi: Penelitian

Rabu, 26 Jun 2019 | 16:40 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Dokter dan peneliti telah menganalisis 8.216 kasus gagal jantung di tempat tinggal pribadi yang melibatkan tindakan pertama dari 911, seperti dilansir Newser.

Menurut laporan Canadian Medical Association Journal, seseorang yang tinggal di bawah lantai 3 kemungkinan selamat dari serangan jantung adalah dua kali lipat dibanding yang tinggal di atas lantai 3.

Laporan itu juga mengungkap hanya dua dari 216 orang yang tinggal di atas lantai 16 yang selamat, dan dari 30 orang yang tinggal di atas lantai 25 tak ada yang selamat.

“Waktu kedatangan ke tempat kejadian untuk kontak awal dengan pasien dapat meningkat (jika tinggal di bawah lantai tiga). Namun lebih banyak masyarakat yang tinggal di atau di atas lantai tiga,” ujar penulis penelitian.

Dengan istilah lain, ambulans tibanya cepat, tapi lift lambat membawa responden turun.

Setiap hari, lebih dari 400.000 kasus gagal jantung di luar rumah sakit terjadi di Amerika Utara, demikian laporan Medical News Today, dan yang berhasil selamat setelah ke rumah sakit di bawah 10 persen.

Setiap menit, seorang pasien ditolak mendapat akses defilbrilator eksternal otomatis (AED), akibatnya kesempatan untuk selamat menurun 7-10 persen. AED adalah perangkat elektronik portabel yang secara otomatis mendiagnosis ritme jantung dan dapat membangun kembali detakan jantung melalui terapi listrik.

Yang memprihatinkan, peneliti mencatat sedikit solusi dibuat, termasuk menyediakan AED secara luas; menyediakan akses eksklusif ke lift bagi responden pertama dalam keadaan darurat; dan melatih penghuni gedung tinggi melakukan CPR dan menggunakan AED. Tambahan cacatan dari peneliti, di Swiss, PSK dilatih menggunakan AED.

 

Sumber: CNN Indonesia

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...